This is it,,, setelah postingan terakhir di bulan September 2012 kemarin, akhirnya tiba waktunya untuk mem-finish-kan tema ini --- biar gak ngelantur kemana-mana maksudnya ^_^ ---
Pemirsa,,, temanku,,, sahabatku,, rekan-rekanku,,,, tentunya banyak orang menginginkan jodoh yang sempurna, yakni sempurna sesuai keinginannya.
Namun sebagian dari mereka membantah hal tersebut :"kami bukan menginginkan jodoh yang sempurna, kami hanya ingin jodoh yang sholih, pengertian, dan setia".
Padahal yang bila dipahami bahwa kesempurnaan itu hadir dalam sosok -- yang tentunya juga --- wanita/pria yang sholeh/ah, pengertian, dan setia tersebut...
Sebagian yang lain mengatakan "saya gak cari cowok/cewek yang cakep tapi yang cukup"
"Saya pengen cowok yang ber-wibawa" ... Wii bawa mobil, wii bawa duit, wii bawa macem-macem hehe... :-D
Dear rekan-rekan,,, kesempurnaan tidak hadir dalam "penilaian" kasat mata, tapi kesempurnaan hanya bisa didekati dengan taqwa dan contoh yang nyata.
Kesempurnaan adalah sebuah proses, sebuah perjalanan, saling mengimbangi-mengingatkan-
Jangan cari jodoh yang sudah sempurna (karena emang gak ada lagi..), tapi carilah jodoh yang siap untuk saling menyempurnakan dalam proses yang diridhoi-Nya. Dan jangan cari jodoh yang setia kepada Anda, tapi carilah jodoh yang setia kepada Allah, agar Anda turut selamat di dunia dan akhirat.
Jadi hakikat dari perjodohan adalah mencocokkan apa-apa yang tidak cocok dan yang sudah cocok antara dua manusia.
So, jangan sibuk mencari orang baik yang cocok dengan Anda tp sibuklah belajar menjadi orang yang mudah cocok dengan orang-orang yang baik.
Artinya, terjadinya pernikahan adalah karena adanya "persamaan" dan "perbedaan". Begitupun terjadinya perceraian adalah karena adanya "persamaan" dan "perbedaan".
Contoh 1, terjadinya pernikahan :
Persamaannya : sama-sama manusia, sama aqidahnya, sama visinya, sama-sama mau, dan sama-sama hidup hehe ^_^
Perbedaannya : Beda kelamin, beda keluarga, Beda peran, beda bentuk tubuh
Contoh 2, terjadinya perceraian :
Persamaannya : sama-sama gak cinta lagi, sama-sama merasa gak cocok lagi, sama-sama pengen cerai, sama-sama egois
Perbedaannya : Beda prinsip, beda visi, beda aqidah
Walaupun ada juga yang bercerai padahal salah satu pasangannya masih ingin bertahan. Dan ada juga yang bercerai walaupun keduanya masih saling mencintai. Ada juga yang menikah tapi salah satunya terpaksa. Inilah hidup, maka biarkan Rahasia tetap dalam kesederhanaannya.
Dengan demikian, jangan jadikan alasan "sudah tidak ada kecocokan lagi" sebagai alasan untuk bercerai, karena alasan tersebut sangat-sangatlah egois. Sebab berbeda antara "sudah tidak ada kecocokan lagi" dengan "sudah tdk mau saling mencocokkan lagi".
Tapi jika pasangan Anda telah memilih Tuhan selain dari Allah, telah meninggalkan sholat, atau telah terang-terangan berzina, maka bercerai bisa menjadi solusi.
Wallahu a'lam... ^_^
Sekian untuk pembahasan ini dan salam jumpa kembali dalam tema yang lainnya,,,, \(^_^)/
@fau_fauzi
@fau_fauzi




