About

Senin, 31 Desember 2012

#Resolusi2013Gw

Tahun telah berganti, matahari telah menyapa,,, semangat hidup harus lebih membara dan action harus lebih terarah lagi di tahun 2013.

Sepertinya sih di setiap pergantian tahun; yang namanya si "resolusi" sering disebut-sebut deh, entah karena memang punya harapan untuk memperbaiki diri dan menginginkan lebih baik lagi atau cuma ikut-ikutan saja meski gak tau arah akan kemana dia dalam menyongsong tahun yang telah berganti :-)

Memang sih nggak ada keharusan tersendiri untuk membuat resolusi, tapi bukankah sebaik-baik individu adalah yang senantiasa memperbaiki diri dari waktu ke waktu? Nah, disitulah fungsi si "resolusi"; kurang lebih sebagai "guide line" sederhana untuk kita melangkah.

Resolusi itu sendiri artinya adalah keputusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan ; sebuah pernyataan tertulis yang biasanya berisi tuntutan terhadap sesuatu hal. (Kamus Besar Bahasa Indonesia Online).

#Resolusi2013Gw sendiri diantaranya adalah:
* Menikah ^_^
* Bisa lebih mampu membahagiakan orang tua kami dan keluarga
* Lebih berkontribusi positif bagi perusahaan dimana kami bekerja
* Bersama keluarga mendirikan yayasan pendidikan untuk membantu saudara yang kurang mampu (alhamdulillah sudah tahapan penyelesaian administrasi di notaris)
* Dapat lebih banyak menuangkan tulisan di fauzhy.com ini minimal 1 minggu 1 tulisan yang di posting ^_^

Nah, terkait dengan cara efektif menjalankan resolusi tersebut sepertinya saya pernah baca  menurut majalah Ummi 2011 adalah sebagai berikut:

* Teguh menjalankan komitmen. Sebuah resolusi hanya akan menjadi sebuah penyataan tanpa diimbangi dengan kerja keras dan usaha untuk mewujudkannya. Apabila kita sudah tahu dan memahami apa yang kita mau, yakinlah dalam melakukannya.

* Buat evaluasi. Evaluasi resolusi tahun lalu dan jadikan rujukan dalam pencapaian resolusi tahun ini.

* Sampaikan kepada orang lain. Memberitahukan resolusi kepada orang lain akan memudahkan kita dalam pencapaian target yang diinginkan. Mereka akan jadi pengingat dan pemberi motivasi agar kita mencapai resolusi tadi.

* Segera antisipasi. Catatlah resolusi dan jangan lupa untuk membuat antisipasi apabila terdapat kendala yang mungkin saja terjadi serta bagaimana cara untuk mengatasinya.

Mari kita renungkan kembali resolusi yang telah dibuat. Pastikan resolusi tersebut memberikan kebaikan bagi kita dan juga memberikan manfaat bagi orang lain.

Selamat membuat resolusi dan menjalankannya dengan baik.

Salam sukses di tahun 2013 \(^_^)/

@fau_fauzi


Minggu, 09 Desember 2012

Arti Pentingnya (membangun) Komunitas

Berawal pada sebuah sore saya dan rekan-rekan lainnya dari sebuah komunitas  untuk menghadiri undangan acara seminar tentang pentingnya optimasi social media (memang undangan tersebut ditujukan bagi PIC komunitas tertentu) sehingga dapat lebih "melek" lagi di era digital : seminar tersebut sangat berguna mengingat sekarang ini segala sesuatu sudah lebih simple dan ter-digitalized

Sempat terbersit dalam pikiran kenapa yang diundang hanya segelintir orang yang notabene adalah yang memang in-charge dalam komunitas dimana mereka berkecimpung. Kebetulan saat itu memang hanya PIC nya saja yang diundang dalam acara tersebut. Namun setelah beberapa saat mencari beberapa referensi (via google.com, dsb) tentang yang dimaksud akhirnya paham juga.

Bagi sebuah perusahaan tidak dapat dipungkiri keberadaan komunitas adalah sesuatu yang penting. Pentingnya peran dari suatu komunitas baik itu yang terbentuk secara offline maupun online telah disadari dengan baik oleh banyak perusahaan karena mereka dapat memberikan pengaruh yang baik bagi bisnis, memberikan word of mouth (WOM) serta umpan balik bagi perusahaan.

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. 

Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak". (Wenger, 2002: 4). Menurut Crow dan Allan, komunitas dapat terbagi menjadi 3 komponen: 1). Berdasarkan Lokasi atau Tempat Wilayah atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai tempat dimana sekumpulan orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis. 2). Berdasarkan Minat. 3). Berdasarkan Komuni (yang) dapat berarti ide dasar yang dapat mendukung komunitas itu sendiri (http://id.wikipedia.org/wiki/Komunitas)

Selaras dengan beberapa paragraf diatas akan sedikit dibahas tulisan dari Everett Rogers dalam bukunya yang berjudul “Diffusion of Innovation” – melihat bahwa sebuah produk inovatif yang masuk kedalam pasar akan memasuki suatu tahapan yang disebut adoption life cycle. Dijelaskan bahwa produk baru pertama – tama hanya akan digunakan oleh segmen innovator (yang selalu berambisi mencoba mencoba produk paling baru), selanjutnya memasuki segmen early adopter (yang rela mencoba-coba hal yang belum pernah teruji demi mendapatkan keuntungan atau fasilitas yang ditawarkan dalam kurun waktu promosi tertentu).

Namun, untuk benar-benar menjadi mainstream, produk harus dapat menembus segmen early majority yang konservatif dan cenderung lebih berhati-hati, walau tak mau ketinggalan. Disinilah titik dimana banyak bisnis yang mengalami kesulitan  untuk berpindah dari segmen early adopter ke early majority sepertinya memang diperlukan “effort “ yang ekstra keras. Itulah sebabnya pebisnis harus memiliki “ strategi khusus “ untuk menempuh proses itu semua.


Hubungan mengenai adoption life cycle tersebut dengan konsep pemasaran terkini adalah bahwa setelah Rogers memetakan segmen innovator, early adopter, early majority, late majority dan laggard. Ditemukan bahwa dalam segmen early adopter banyak yang merupakan tokoh komunitas sedangkan dalam segmen early majority adalah sebagai anggota komunitas yang aktif. Sehingga komunitas dapat berpotensi menjadi wadah yang sangat efektif untuk mempercepat terjadinya edukasi dan transfer pengetahuan.

Bagi kepentingan sebuah perusahaan; interaksi antara sebuah bisnis dan konsumen haruslah semakin horizontal. “Banyak konsumen yang memutuskan untuk menggunakan suatu produk lebih berdasarkan informasi yang diperoleh dari teman & rekan yang mereka percayai bukan dari perusahaan itu sendiri (edukasi horizontal / Word of Mouth).  Dan medium yang paling cocok untuk melakukannya adalah komunitas, dimana sudah terbentuk trust relationship yang tinggi antar anggotanya. Dari hal itu diharapkan perusahaan dapat menjadi konektor bagi komunitas yang relevan dan memfasilitasi berlangsungnya edukasi pasar yang lebih efektif, yaitu edukasi horizontal antar konsumen. 

Communitization yang diharapkan sebagai awal terbentuknya loyal advocate pada sebuah bisnis; dengan peran perusahaan sebagai konektor yang memfasilitasi terjadinya hubungan antar anggota komunitas. Selaras dan senada tentunya dicapai tujuan akhirnya yakni tercapai revenue yang baik bagi perusahaan.

Namun pula, hal terpenting yang perlu diingat dalam usaha membangun komunitas adalah konsistensi yang berkesinambungan. Banyak dari perusahaan tidak konsisten dalam usaha membangun komunitas tersebut. Akibatnya komunitas yang mereka bangun akhirnya tidak terawat baik dan akhirnya "mati". Padahal kalau mau konsisten merawat komunitas ini, tentunya perusahaan bisa mendapat banyak keuntungan.

Peliharalah dengan baik komunitas : hasilnya akan berbanding lurus dengan yang diharapkan (revenue) perusahaan. 

(dari berbagai sumber dengan beberapa pengembangan)


Salam Belajar ^_^
@fau_fauzi




Kamis, 06 Desember 2012

Fokus (pada sesuatu yang dapat dilakukan)

Berawal di suatu sore tidak sengaja menonton film pada salah satu channel TV kabel dengan judul "28 Days", pemeran utamanya jika tidak salah Sandra Bullock (" sebagai Gwen").

Pada awalnya sih cuma menonton saja untuk mengisi waktu sore menjelang malam, tidak terpikir nantinya akan menemukan suatu pelajaran yang cukup berarti (bagi saya) dari film tersebut karena biasanya hanya tersaji cerita fiksi saja.

Singkat cerita, di pertengahan film muncul sebuah konflik dimana di pemeran utama tidak dapat melakukan suatu hal yg diinginkannya. Marah-marah pun menjadi sebuah pilihan sebagai pelampiasan atas hal yang tidak  dapat dilakukan olehnya.

Namun, lawan main "Gwen" memanggilnya untuk mencoba melakukan lagi hal yang tidak dapat dilakukannya tersebut dengan terlebih dahulu mengucap sebuah kalimat yang mungkin sering kita dengar : "fokuslah pada hal kecil yang dapat kita lakukan, bukan pada sesuatu yang tidak dapat kita jangkau".

Satu kalimat penuh makna nampak tersirat dari kata-kata yang tersusun tersebut. Memang, dalam keseharian biasanya kita acapkali terlalu fokus pada target yang ingin kita capai ; mungkin karena saking fokusnya kita sering lupa pada hal-hal kecil yg dapat kita lakukan utk mencapai tujuan tersebut.

Mirip seperti yang "Gwen" lakukan, tindakan marah pula yang sering dilakukan saat tidak dapat meraih apa yang ditargetkan untuk dicapai ; bukan fokus melakukan yang memang dapat dilakukan tapi malah sibuk menyesali hal yang memang belum dapat kita lakukan.

Padahal sesuatu yang sering kali kita anggap kecil, seringkali merupakan bagian-bagian yang membangun supaya kita dapat meraih "goals" yang diinginkan.

Sering pula kita menemui orang-orang membicarakan hal yang tidak dapat mereka lakukan. Sehingga muncul kesan hanya fokus pada kekurangan dan kekurangan saja. Dalam situasi seperti tersebut seringkali kita tidak fokus kepada apa saja yang sudah dimiliki ; kekuatan yang sudah ada ; sesuatu yang sudah digenggam di tangan. Sesuatu yang selama ini tidak disadari keberadaannya.

Dari seluruh sumber daya yang sudah kita miliki itulah akan timbul rasa percaya diri yang baik dan segala macam potensi dapat dilakukan. Fokuskan apa yang bisa diperbuat sekarang, hal ini bukan berarti kita hanya berandai-andai ; namun memfokuskan diri kepada apa yang bisa kita kerjakan saat ini dengan mengalihkan energi ke arah yang bisa diperbuat sekarang maka akan terasa bahwa segala kelemahan itu tampak semakin kecil. Segala kemungkinan menjadi terbuka, kemajuan bisa dicapai dan masa depan juga dapat terlihat cerah.

Fokuslah pada yang kita miliki sekarang, niscaya akan terasa sekali kekuatan kita ini.

Memulai sesuatu dari hal yang dapat dilakukan dan dimulai dari sekarang.

Salam Belajar ^_^
@fau_fauzi

Sabtu, 01 Desember 2012

Komunikasi (mencoba untuk menjalin komunikasi yang baik)

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi komunikasi adalah: pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami (kamusbahasaindonesia.org/komunikasi).

Berbicara komunikasi berarti bicara tentang dua belah pihak, karena dalam berkomunikasi tidak bisa hanya ada satu pihak saja. Pada saat anda berkomunikasi; pada dasarnya anda sedang menghasilkan, mengalihkan dan menerima pesan-pesan.

Prinsip utama komunikasi adalah : "komunikasi tidak mungkin dihindari". Dengan kata lain, tidak ada satu hal pun yang bukan merupakan komunikasi. DeVito (1988) menulis bahwa komunikasi tidak dapat dielakkan sehingga kita tidak dapat tidak berkomunikasi dan tidak dapat tidak memberikan tanggapan

Dalam dunia pekerjaan, komunikasi merupakan hal penting. Apa jadinya jika delegasi wewenang tidak ter-komunikasikan dengan baik. Yang ada nantinya pekerjaan tersebut tidak terselesaikan dengan baik.

Ada kalanya hadir miss-communication terjadi sehingga ada hal yang seharusnya dilakukan malah tidak dikerjakan dan justru hal yang seharusnya tidak dilakukan malah dikerjakan. Atau bisa juga malah tidak dikerjakan sama sekali, karena tidak ter-komunikasikan dengan baik.

Tanpa komunikasi yang efektif setiap hubungan interpersonal, setiap tujuan, setiap strategi, setiap organisasi berada dalam sebuah resiko. Biasanya kesalahpahaman dan hubungan efektif berakar pada komunikasi yang kurang baik.

Menjalin sebuah komunikasi yang efektif tidaklah mudah. Hal ini dapat menimbulkan sesuatu tidak nyaman, serta dapat pula membuat orang marah kepada anda. Tapi, itu satu-satunya cara untuk memecahkan masalah.

Ketika suatu saat muncul keadaan sulit dan taraf emosi yang memuncak tinggi, bagaimana kita bisa yakin kita berkomunikasi secara efektif (dan secara santun)??? Itu berarti sudah saatnya kita untuk kembali pada definisi komunikasi itu tersebut. Dengarkanlah dengan seksama apa yang dikatakan orang lain, sesuaikan gaya bicara anda untuk mencoba dan terhubung dengan mereka secara efektif.

Jangan pernah berpikir bahwa untuk melakukan komunikasi itu adalah merupakan pekerjaan orang lain; dimana pun posisi anda di dalam bagan organisasi. Tenangkan diri dari percakapan yang menyulut emosi. Dengarkan dengan baik, ajukan pertanyaan dengan santun dan selalu fokus pada pokok permasalahan ketika menilai sebuah kondisi yang terjadi. Jika anda menemukan ada sebuah topik yang memerlukan pendapat orang lain, maka carilah perspektif orang lain tersebut sehingga didapat pandangan yang lebih baik.

"Komunikasi yang efektif adalah seperti olahraga. Kita semua tahu bagaimana melakukannya. Kita semua tahu bahwa kita harus melakukannya. Namun itu sering diabaikan."

Komunikasikanlah segala sesuatunya dengan baik dan dapatkan hasil yang baik pula.

Salam Belajar ^_^
@fau_fauzi