About

Jumat, 14 November 2014

Tilang elektronik bagi "penerobos" jalur busway

Beberapa saat lalu gw nerima bbm yang kurang lebih begini nih isinya  - [narasumber anonim]:

Just info : Per tgl 17 Nov 2014 para aparat polisi akan mengurangi penjagaan di jalur busway. Dan apabila Anda melihat ada aparat polisi sedang berdiri di jalur busway dan mengatur lalu lintas, mereka akan mempersilahkan kendaraan Anda agar terus jalan atau memasuki jalur busway.

Tapi anda Jangan coba2 masuk/menerobos jalur busway; karena saat ini setiap halte dan di ujung lampu merah sudah dipasang CCTV. Denda tilang sebesar Rp. 500rb (motor) dan Rp. 1juta (mobil) akan dikenakan pada saat Anda memperpanjang STNK kendaraan Anda.

Bukti terlampir (foto nopol kendaraan di zoom).#Kalau ga ada polisi jangan diterobos karena denda sudah menunggu Anda. Terima kasih untuk diperhatikan. Kirimkan ke semua sahabat Anda di JKT.

Sebetulnya informasi tentang tilang elekronik jalur busway sudah dimuat di media beberapa hari yang lain, misalnya Tempo >> http://www.tempo.co/read/news/2014/11/10/083620785/Tilang-Elektronik-Jalur-Busway-Diujicoba-Hari-Ini

Ya namanya juga bus way; ya pasti jalurnya hanya diperuntukkan buat bus doang.. Tapi bukan bus sembarang bus ya bos, bus yang boleh lewat hanya yang memiliki "stempel" Transjakarta. Tentunya akan salah jalur jika kendaraaan selain yang dimaksud apabila memasuki jalur tersebut.

Menarik jika kita bahas tentang "si busway" ini, dari mulai awal pas pembuatan jalannya sampai dengan sekarang pelaksanaan tilang elektronik bagi siapa saja yang menerobos jalurnya; pastinya topik apapun bakalan seru untuk dibahas.

Semoga saja kebijakan dengan niat baik untuk memberikan good experience menggunakan sarana transportasi umum mendapatkan hasil yang baik pula.



Salam pembelajaran
@fau_fauzi







Sabtu, 08 November 2014

"Berlapang dada"

ada kalanya terbersit sebuah ambisi
normal tentunya dan manusiawi
namun tatkala harapan tidak terbukti
adalah baik lakukan introspeksi diri

sering pribadi bandingkan antar manusia
apakah diri lupa melihat "di bawah" kita
dengan bersyukur masuki relung raga
kelak akan tentramkan jiwa





*sedikit kata terlintas disaat peralihan senja*

"Bujukan persuasif" LINE via AADC

Dua hari belakangan ini salah satu media chat; sebutlah namanya "Line" (memang betul itu sih namanya hehehe) menyuguhkan kembali tayangan lanjutan film  AADC "Ada Apa Dengan Cinta. Angkatan 90 akhir ataupun 2000 awal mesti akan langsung tau judul film tersebut.

Alih-alih hanya melakukan pop-up iklan, "Line" dengan ciamik membuat nostalgia orang-orang akan film AADC mengikuti alur cerita yang disuguhkan.

Awalnya bagi yg punya ID Line memang mendapat push pop-up info tayangan lanjutan film tersebut. Dengan kata bernada "rayuan" persuasif ditambah rasa penasaran mengenai lanjutan film 12 tahun lalu itu, kita dibujuk supaya "mengintip" sebuah mini drama via Youtube melalui link yang tersedia.

"Tanpa mengganggu" scene demi scene; terselip berulang kali layanan chat media sosial tersebut. Meski sebagian besar netizen sudah paham akan Line; hal ini akan lebih me-amplify kegunaannya fiturnya.

Ditutup dengan sebuah tag yang catchy; "Love Life - Line". Gw bilang sih ini salah satu iklan komersil terbaik saat ini. Ceritanya bagus dan "mendorong tanpa paksaan" untuk turut memberitahukan lagi ke teman-teman sehingga tercipta WOM yang positif.

Sampai dengan hari ini (saat gw nulis blog ini di parkiran SCBD), "gaung" tentang AADC masih rame. Yang tentunya banyak tersisip "iklan" Line.

Semoga industri kreatif periklanan di Indonesia, maupun di bidang lainnya akan lebih berkembang pesat. Aamiin.


Yang masih mau cekidot lagi #AADC2014 monggo kaka » http://youtu.be/yw3HEuO93Gg


Salam pembelajaran
@fau_fauzi

Minggu, 02 November 2014

Falsafah Pohon Kurma - "mengakar kuat ke bawah untuk tumbuh ke atas"

Dalam sebuah chit-chat dengan teman, tersisip ungkapan kata-kata bijak kuno yang mengatakan bahwa "orang baik akan bertunas seperti pohon kurma". 

Kurang lebih gini ceritanya: "pohon kurma lazimnya kita dijumpai di Timur Tengah. Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan pula kerap dihantam badai gurun yang dahsyat, hanya (salah satu tumbuhan) pohon kurma yang bisa bertahan hidup. Tak berlebihan kalau pohon kurma dianggap sebagai pohon yang tahan banting.

Selidik punya selidik; (ternyata) kekuatan pohon kurma ada di akar-akarnya. Petani di Timur Tengah menanam biji kurma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu. Nah, kenapa biji itu harus ditutup batu? Ternyata, batu tersebut memaksa pohon kurma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal.

Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon kurma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yg menekan di atasnya.

"Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah."

Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa?

Sekarang kita tahu mengapa Allah kerapkali mengizinkan tekanan hidup datang. Bukanlah untuk melemahkan dan menghancurkan kita, tapi sebaliknya. Allah mengizinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita menjadi  makin kuat. Tak sekedar bertahan, tapi akan ada waktunya benih yang sudah mengakar kuat itu akan menjebol "batu masalah" yang selama ini menekan kita. 

Kita keluar menjadi pemenang kehidupan. Allah mendesain kita seperti pohon kurma. Sebab itu jadilah orang yang tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan. Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tak akan pernah bisa melemahkan, justru sebaliknya  tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi pemenang-pemenang kehidupan.. Insya Allah...