About

Senin, 10 Agustus 2015

Mencoba Sesuatu Yang Baru

Dalam menjalani hidup, tentunya kita sering mengalami hal yang baru. Semenjak awal kita dilahirkan sampai dengan dewasa; tidak terhitung progress yang telah dilalui. 

Dari mulai kita mengenal "makanan" pertama yang masuk ke mulut kita - hingga kita bisa beranekaragam keahlian dasar seperti bicara, berjalan serta hal lainnya - kesemuanya itu membutuhkan proses yang kadang memberikan efek tidak nyaman pada awalnya.

Sebagai contoh: coba diingat kembali berapa lama kita merangkak hingga akhirnya kita bisa berjalan, meskipun pada awalnya tertatih - tidak berhenti hanya disitu saja, tapi berlanjut hingga kita bisa berlari kencang.

Belajar dari kondisi tersebut - dalam keseharian kita tentunya sering dihadapkan dengan berbagai macam situasi yang sering "menuntut" kita untuk lebih adaptif dengan perubahan. Misalnya dalam kondisi kerja - perpindahan dari satu divisi ke divisi lain sudah menjadi sebuah kewajaran. 

Bisa jadi pada permulaannya kita akan merasa tidak nyaman, namun setelah beberapa saat dan dengan pengetahuan yang didapat ketika melaksanakan hal lain "diluar" jobdesc yang biasa kita lakukan - whuzzz kita bakal ngerasain suatu "penyegaran" ketimbang ngerjain ini lagi itu lagi.

Yess, ketika kita mau belajar untuk mempelajari sesuatu, cara paling bagus adalah dengan mencobanya secara langsung. Coba deh luangkan waktu secukupnya untuk hal- hal baru, kita sendiri bakal "surprise" bisa menemukan banyaknya ilmu dan wawasan baru yang bermanfaat untuk kita.

Never ending learning. Tidak ada salahnya mencoba hal yang baru.. Sedikit tidak nyaman memang. Sebagaimana saat kita latihan berjalan dari sebelumnya merangkak untuk kemudian bisa berlari kencang :)


Salam belajar ^_^
@fau_fauzi

Rabu, 24 Juni 2015

Wannabe success or not? you decide it by yourself

Bila melihat sesuatu yang cenderung sulit dilakukan; kebanyakan orang seringkali mengernyitkan dahi bahkan ada pula yang langsung pesimis serta mengeluh

Tentu saja memang tidak semua orang menjadi pesimis pada saat "tersaji" tantangan dihadapan mereka...

Segelintir orang yang terbiasa optimis dengan menyambut setiap tantangan inilah yang biasanya menjadi garda depan dalam meraih kesuksesan
Ibarat akselerasi.. kesuksesan pun harus dijemput.. tidak dicukup ditunggu.. meskipun ada pengecualian pada sebagian orang.

Mau sukses atau nggak; sebenarnya balik lagi ke diri masing-masing.. bagaimana menghadapi tiap tantangan yang dibuat sebagai peluang atau malah dijadikan ancaman.
Mau sukses atau nggak? kita sendiri yang menentukannya :)

Kamis, 11 Desember 2014

Stand By Me Doraemon - The Journey of Nobita and Friend ^.^



"Aku ingin begini aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali... La la la... aku sayang sekali Doraemon..."

Lagu yg familiar bagi gw; mungkin pula bagi banyak orang di Indonesia. Gimana gak familiar coba? dari SD sampe sekarang gw udah nikah; lagu yang diputar ya itu-itu aja, tinggal sekali denger juga bakalan langsung "tune in" kalo kata temen kongkow.

Pemerannya sebagaimana kita ketahui bersama tentunya Doraemon, Nobita, Shizuka, Suneo, Giant, Dekisugi, sisanya lagi kurang lebih hanya sebagai "figuran". Mereka ini selama gw nonton serial kartunnya merupakan siswa sekolah dasar abadi - gak naek kelas.

Teaser film ini sudah beberapa bulan lalu muncul di social media maupun di sarana lainnya. Entah, sepertinya sudah diatur dari jauh-jauh hari supaya gaungnya menjangkau seluruh khalayak seantero penjuru dunia sehingga semua bakalan menanti tayangan yang katanya terakhir ini. Kalo kata gw sih cara gitu lumayan terbukti efektif; karena dari sejauh mata gw memandang ternyata yang antrian untuk nonton film ini banyak dan rata-rata seumuran gw. Selidik punya selidik ternyata di tanggal 10-12-2014 anak sekolah lagi ada ujian akhir sekolah sehingga populasi mereka hanya muncul lebih sedikit dari biasanya. Berarti nanti pas akhir pekan jumlah penontonnya bakalan lebih membludak lagi. 

Bagi gw yang memang penasaran banget tentang story line apa sih yang "disuguhkan" nanti, juga karena khawatir biasanya di hari pemutaran pertama tiket bakalan sold out, beberapa hari sebelumnya gw coba online purchase. Tapi gak bisa juga; sehingga mau nggak mau harus datang langsung ke Blitz. Bener aja, gw kebagian posisi yang kurang asik - tapi not so bad lah coz masih di barisan tengah-tengah pojok kini.

Jadi, cerita di Stand Bye Me Doraemon ini diawali dengan rangkuman kejadian-kejadian yang membawa kita ke memori masa kanak-kanak dahulu. Adegan asal muasal tujuan Doraemon ditugaskan oleh "Shoby" cicitnya Nobita; sensasi pertama kali menggunakan gadget masa depan; dan serentetan kejadian setelahnya. Kalo tagline adalah "the greatest episodes compiled".

Gak cuma sekedar nonton aja, gw rasa ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari suguhan kali ini, diantaranya adalah kita harus mau mempercayai diri sendiri - kalo kita nggak percaya diri sendiri memangnya orang lain bakalan mau gitu? *retoris*

Pelajaran lainnya juga bahwa untuk merengkuh masa depan tentu dimulai melalui langkah-langkah kecil hari ini menit ini detik ini saat ini, kita boleh aja berimajinasi atau bermimpi kelak ingin seperti apa suatu saat nanti; tapi jangan lupa bahwa untuk sampai ke tangga teratas harus dimulai dengan menjejakkan kaki di tangga terbawah -you must move-

Tentunya banyak lagi bahasan soal film "Stand By Me Doraemon" ini. Sukses lah buat bikin gw dan seluruh penonton ketawa ngakak, mellow bikin air mata menetes, membawa kembali kenangan masa kecil.  Nah, buat yang penasaran apakah Nobita atau Dekisugi yang jadi nikah dengan Shizuka? Apakah Doraemon jadi balik selamanya ke abad 22 dan nggak kembali lagi ke zaman Nobita? Wajib nonton nih ke Blitz terdekat. #sumpahbukanngiklan

Pengennya gw sih ada saat dimana dari sekian banyak komikus-komikus di Indonesia bisa buat yang seperti beginian. Gw bisa nonton dan mengapresiasi karya bangsa dengan tersenyum. Kita jangan cuma nonton doang karya "orang lain"; tapi bisa juga nonton karya "orang sendiri".

Harapannya adalah semoga maju terus dunia kreatif di Indonesia \m/




Selasa, 09 Desember 2014

Bunderan HI akan steril dari sepeda motor

Bagi pengendara motor di Jakarta tanggal 17 Desember 2014 memiliki makna berarti; yakni dimulainya ujicoba pembatasan lalu lintas sepeda motor yang rencananya dimulai dari Jalan MH Thamrin sampai dengan Jalan Medan Merdeka Barat. Pengecualian diberikan kepada sepeda motor dari pihak TNI/Polri/Dishub, sedangkan bagi disabilitas dan kurir masih dalam pembahasan.

Mengutip pernyataan dari Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta via beritajakarta.com, Benjamin Bukit bahwa saat uji coba nanti, sekaligus akan dilakukan sosialisasi kepada pengendara. Kendaraan roda dua yang kedapatan melintas akan diberhentikan dan dikenakan sanksi tilang. Besaran tilang atau kemungkinan sanksi lain yang bisa diberikan saat ini masih dirancang dan akan dituangkan di dalam pergub yang nanti akan disahkan.
Namun apabila ada pengendara sepeda motor yang kedapatan melintas dan mengaku belum mengetahui diterapkannya aturan ini, maka pihaknya hanya akan memberikan sanksi berupa teguran dan peringatan saja. Uji coba akan dilakukan hingga akhir Januari 2015. Sehingga pada awal Februari 2015 sudah diterapkan secara penuh.
"Uji coba itu sekaligus merupakan sosialisasi. Saat peraturan itu diterapkan penuh di awal Februari 2015, pemberian sanksi dilakukan secara tegas kepada semua kendaraan roda dua yang kedapatan masih melintas," ujar Benjamin."
Bagi saya sendiri selaku penguna sepeda motor yang setiap hari melintasi MH Thamrin - Medan Merdeka Barat tentu merasa jengkel pada peraturan baru tersebut, karena jarak dan waktu tempuh tentu akan bertambah. Kemacetan akan "tersentralisir" di jalan alternatif; mau nggak mau pengendara motor harus mencari rute lain ke tujuan masing-masing.
Larangan tersebut infonya akan berlaku 24 jam setiap harinya. Namun pada saat "masa sosialisasi"; motor yang melintas - mungkin karena masih biasa melewati jalan tersebut - nggak akan langsung ditilang. Petugas yang berwenang akan memberikan pengarahan terlebih dahulu.
Memang sih, pemerintah pun tidak hanya asal melarang tapi dengan alasan kuat "versi mereka" dan solusi semisal disediakannya tempat parkir "berbayar" serta akan adanya tambahan bus tingkat yang membantu melintasi jalanan MH Thamrin hingga ke Medan Merdeka Barat.
Bus tingkat gratis itu melayani rute: Bundaran HI-Jl MH Thamrin-Jl Medan Merdeka Barat-Simpang Harmoni-Jl Gajah Mada-berputar setelah Halte TransJ Harmoni-Jl Hayam Wuruk-Jl Majapahit-Jl Medan Merdeka Barat-Jl Medan Merdeka Selatan-Berputar di depan Balai Kota-Jl Medan Merdeka Selatan-Jl MH Thamrin-Bundaran HI.
Berikut lokasi parkir "berbayar" yang diinformasikan via detik.com
  • Careffour Duta Merlin: Mobil (677) dan motor (1.000).
  • Menara BDN: Mobil (420) dan motor (400).
  • Gedung Jaya: Mobil (200) dan motor (160).
  • Skyline Building: Mobil (502) dan motor (495).
  • Gedung Sarinah: Mobil (233) dan motor (73).
  • Gedung BII: Mobil (1.010) dan motor (640).
  • Gedung Kosgoro: Mobil (180) dan motor (150).
  • Plaza Permata: Mobil (277) dan motor (200).
  • Gedung Oil: Mobil (180) dan motor (160).
  • Wisma Nusantara: Mobil (653) dan motor (600).
  • Grand Indonesia: Mobil (5.092) dan motor (1.950).
  • IRTI Monas: Mobil (300) dan motor (700).


Harapannya adalah semoga peraturan yang tercetus ini memang dilandasi rasa bijak dengan niat mengayomi keselamatan warga pengendara sepeda motor. Segera terwujud dengan cepat terciptanya sarana transportasi nyaman, yang tentunya bakal mereduksi penggunaan kendaraan pribadi. Tunggu saja, tunggu bersama. Sampai kapan? Kita sama-sama mengamati dan berharap dalam waktu dekat terwujud.





Jumat, 14 November 2014

Tilang elektronik bagi "penerobos" jalur busway

Beberapa saat lalu gw nerima bbm yang kurang lebih begini nih isinya  - [narasumber anonim]:

Just info : Per tgl 17 Nov 2014 para aparat polisi akan mengurangi penjagaan di jalur busway. Dan apabila Anda melihat ada aparat polisi sedang berdiri di jalur busway dan mengatur lalu lintas, mereka akan mempersilahkan kendaraan Anda agar terus jalan atau memasuki jalur busway.

Tapi anda Jangan coba2 masuk/menerobos jalur busway; karena saat ini setiap halte dan di ujung lampu merah sudah dipasang CCTV. Denda tilang sebesar Rp. 500rb (motor) dan Rp. 1juta (mobil) akan dikenakan pada saat Anda memperpanjang STNK kendaraan Anda.

Bukti terlampir (foto nopol kendaraan di zoom).#Kalau ga ada polisi jangan diterobos karena denda sudah menunggu Anda. Terima kasih untuk diperhatikan. Kirimkan ke semua sahabat Anda di JKT.

Sebetulnya informasi tentang tilang elekronik jalur busway sudah dimuat di media beberapa hari yang lain, misalnya Tempo >> http://www.tempo.co/read/news/2014/11/10/083620785/Tilang-Elektronik-Jalur-Busway-Diujicoba-Hari-Ini

Ya namanya juga bus way; ya pasti jalurnya hanya diperuntukkan buat bus doang.. Tapi bukan bus sembarang bus ya bos, bus yang boleh lewat hanya yang memiliki "stempel" Transjakarta. Tentunya akan salah jalur jika kendaraaan selain yang dimaksud apabila memasuki jalur tersebut.

Menarik jika kita bahas tentang "si busway" ini, dari mulai awal pas pembuatan jalannya sampai dengan sekarang pelaksanaan tilang elektronik bagi siapa saja yang menerobos jalurnya; pastinya topik apapun bakalan seru untuk dibahas.

Semoga saja kebijakan dengan niat baik untuk memberikan good experience menggunakan sarana transportasi umum mendapatkan hasil yang baik pula.



Salam pembelajaran
@fau_fauzi







Sabtu, 08 November 2014

"Berlapang dada"

ada kalanya terbersit sebuah ambisi
normal tentunya dan manusiawi
namun tatkala harapan tidak terbukti
adalah baik lakukan introspeksi diri

sering pribadi bandingkan antar manusia
apakah diri lupa melihat "di bawah" kita
dengan bersyukur masuki relung raga
kelak akan tentramkan jiwa





*sedikit kata terlintas disaat peralihan senja*

"Bujukan persuasif" LINE via AADC

Dua hari belakangan ini salah satu media chat; sebutlah namanya "Line" (memang betul itu sih namanya hehehe) menyuguhkan kembali tayangan lanjutan film  AADC "Ada Apa Dengan Cinta. Angkatan 90 akhir ataupun 2000 awal mesti akan langsung tau judul film tersebut.

Alih-alih hanya melakukan pop-up iklan, "Line" dengan ciamik membuat nostalgia orang-orang akan film AADC mengikuti alur cerita yang disuguhkan.

Awalnya bagi yg punya ID Line memang mendapat push pop-up info tayangan lanjutan film tersebut. Dengan kata bernada "rayuan" persuasif ditambah rasa penasaran mengenai lanjutan film 12 tahun lalu itu, kita dibujuk supaya "mengintip" sebuah mini drama via Youtube melalui link yang tersedia.

"Tanpa mengganggu" scene demi scene; terselip berulang kali layanan chat media sosial tersebut. Meski sebagian besar netizen sudah paham akan Line; hal ini akan lebih me-amplify kegunaannya fiturnya.

Ditutup dengan sebuah tag yang catchy; "Love Life - Line". Gw bilang sih ini salah satu iklan komersil terbaik saat ini. Ceritanya bagus dan "mendorong tanpa paksaan" untuk turut memberitahukan lagi ke teman-teman sehingga tercipta WOM yang positif.

Sampai dengan hari ini (saat gw nulis blog ini di parkiran SCBD), "gaung" tentang AADC masih rame. Yang tentunya banyak tersisip "iklan" Line.

Semoga industri kreatif periklanan di Indonesia, maupun di bidang lainnya akan lebih berkembang pesat. Aamiin.


Yang masih mau cekidot lagi #AADC2014 monggo kaka » http://youtu.be/yw3HEuO93Gg


Salam pembelajaran
@fau_fauzi

Minggu, 02 November 2014

Falsafah Pohon Kurma - "mengakar kuat ke bawah untuk tumbuh ke atas"

Dalam sebuah chit-chat dengan teman, tersisip ungkapan kata-kata bijak kuno yang mengatakan bahwa "orang baik akan bertunas seperti pohon kurma". 

Kurang lebih gini ceritanya: "pohon kurma lazimnya kita dijumpai di Timur Tengah. Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan pula kerap dihantam badai gurun yang dahsyat, hanya (salah satu tumbuhan) pohon kurma yang bisa bertahan hidup. Tak berlebihan kalau pohon kurma dianggap sebagai pohon yang tahan banting.

Selidik punya selidik; (ternyata) kekuatan pohon kurma ada di akar-akarnya. Petani di Timur Tengah menanam biji kurma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu. Nah, kenapa biji itu harus ditutup batu? Ternyata, batu tersebut memaksa pohon kurma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal.

Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon kurma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yg menekan di atasnya.

"Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah."

Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa?

Sekarang kita tahu mengapa Allah kerapkali mengizinkan tekanan hidup datang. Bukanlah untuk melemahkan dan menghancurkan kita, tapi sebaliknya. Allah mengizinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita menjadi  makin kuat. Tak sekedar bertahan, tapi akan ada waktunya benih yang sudah mengakar kuat itu akan menjebol "batu masalah" yang selama ini menekan kita. 

Kita keluar menjadi pemenang kehidupan. Allah mendesain kita seperti pohon kurma. Sebab itu jadilah orang yang tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan. Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tak akan pernah bisa melemahkan, justru sebaliknya  tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi pemenang-pemenang kehidupan.. Insya Allah...



Selasa, 28 Oktober 2014

Selamat Hari Blogger Nasional


Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali; lebih baik lagi sech nggak telat daripada telat :D

Di kesempatan ini sebagai seseorang yang memiliki account blog (meskipun jarang diisi); saya pribadi mengucapkan "Selamat Hari Blogger Nasional - 27 Oktober".

Semoga menjadi momentum untuk lebih menyuarakan pikiran lagi melalui tulisan.

Let's Speak Up With Words ^_^

Minggu, 31 Agustus 2014

Macet ini milik siapa?



Macet >>> satu kata terdiri dari lima huruf dengan pengertian yang nggak se-simple tulisannya. Definisi macet dari wikipedia dan kamus besar bahasa Indonesia adalah keadaan terhenti; tidak lancar; situasi atau keadaan tersendatnya bahkan terhentinya lalu lintas.

Karena macet sebuah meeting bisa "molor" waktunya, pelaksanaan jadwal sebuah pertunjukan bisa nggak karuan, seorang karyawan bisa nggak nerima uang transport harian karena datang telat dan sebagainya.

Untuk yg berdomisili sekitar ibukota, mungkin sering mendengar celetukan "bukan jakarta kalo gak macet"... Weits, emangnya kalo bukan jakarta gak bakal macet ya?

Dulu sih mungkin iya, saat jakarta masih satu-satunya kota dengan fasilitas infrastruktur lengkap dan daerah lainnya hanya "menatap" gemerlapnya ibukota Indonesia tersebut. Padahal djakarta tempo doeloe juga nggak macet >.< 

Sekarang sih karena saking banyaknya orang yg hilir mudik di Jakarta, jadinya orang-orang itu seakan-akan nggak ketampung. Lalu tampil-lah dengan gagahnya daerah-daerah penyangga semisal Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang di sekitar jakarta yg membangun infrastruktur yg mendekati kota metropolitan tersebut.

Penyebab macet menurut gw ada beberapa, diantaranya:


- banyaknya kendaraan nggak sebanding dengan luas jalan kurang memadai
- pada satu waktu tertentu kendaraan jalannya menuju arah yg bersamaan, demikian sebaliknya
- kurangnya kesadaran berlalu lintas. misal: antri di lampu lalu lintas.
- kurang tersedianya transportasi umum yg nyaman & aman, sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan sendiri.

So, macet itu nggak bakalan bisa disematkan pada satu kota atau satu daerah tertentu. Tapi kalo memang suatu daerah memiliki kriteria penyebab macet itu tadi, ya sudah hampir bisa dipastikan macet bakalan "hadir".

Kita sama-sama harus mendukung peranan pemerintah untuk mewujudkan tersedianya fasilitas transportasi umum yg aman & nyaman.. Dan senantiasa harus mau menjadi pengguna jalan yg taat aturan lalu lintas. ^_^


Salam
@fau_fauzi