About

Kamis, 11 Desember 2014

Stand By Me Doraemon - The Journey of Nobita and Friend ^.^



"Aku ingin begini aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali... La la la... aku sayang sekali Doraemon..."

Lagu yg familiar bagi gw; mungkin pula bagi banyak orang di Indonesia. Gimana gak familiar coba? dari SD sampe sekarang gw udah nikah; lagu yang diputar ya itu-itu aja, tinggal sekali denger juga bakalan langsung "tune in" kalo kata temen kongkow.

Pemerannya sebagaimana kita ketahui bersama tentunya Doraemon, Nobita, Shizuka, Suneo, Giant, Dekisugi, sisanya lagi kurang lebih hanya sebagai "figuran". Mereka ini selama gw nonton serial kartunnya merupakan siswa sekolah dasar abadi - gak naek kelas.

Teaser film ini sudah beberapa bulan lalu muncul di social media maupun di sarana lainnya. Entah, sepertinya sudah diatur dari jauh-jauh hari supaya gaungnya menjangkau seluruh khalayak seantero penjuru dunia sehingga semua bakalan menanti tayangan yang katanya terakhir ini. Kalo kata gw sih cara gitu lumayan terbukti efektif; karena dari sejauh mata gw memandang ternyata yang antrian untuk nonton film ini banyak dan rata-rata seumuran gw. Selidik punya selidik ternyata di tanggal 10-12-2014 anak sekolah lagi ada ujian akhir sekolah sehingga populasi mereka hanya muncul lebih sedikit dari biasanya. Berarti nanti pas akhir pekan jumlah penontonnya bakalan lebih membludak lagi. 

Bagi gw yang memang penasaran banget tentang story line apa sih yang "disuguhkan" nanti, juga karena khawatir biasanya di hari pemutaran pertama tiket bakalan sold out, beberapa hari sebelumnya gw coba online purchase. Tapi gak bisa juga; sehingga mau nggak mau harus datang langsung ke Blitz. Bener aja, gw kebagian posisi yang kurang asik - tapi not so bad lah coz masih di barisan tengah-tengah pojok kini.

Jadi, cerita di Stand Bye Me Doraemon ini diawali dengan rangkuman kejadian-kejadian yang membawa kita ke memori masa kanak-kanak dahulu. Adegan asal muasal tujuan Doraemon ditugaskan oleh "Shoby" cicitnya Nobita; sensasi pertama kali menggunakan gadget masa depan; dan serentetan kejadian setelahnya. Kalo tagline adalah "the greatest episodes compiled".

Gak cuma sekedar nonton aja, gw rasa ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari suguhan kali ini, diantaranya adalah kita harus mau mempercayai diri sendiri - kalo kita nggak percaya diri sendiri memangnya orang lain bakalan mau gitu? *retoris*

Pelajaran lainnya juga bahwa untuk merengkuh masa depan tentu dimulai melalui langkah-langkah kecil hari ini menit ini detik ini saat ini, kita boleh aja berimajinasi atau bermimpi kelak ingin seperti apa suatu saat nanti; tapi jangan lupa bahwa untuk sampai ke tangga teratas harus dimulai dengan menjejakkan kaki di tangga terbawah -you must move-

Tentunya banyak lagi bahasan soal film "Stand By Me Doraemon" ini. Sukses lah buat bikin gw dan seluruh penonton ketawa ngakak, mellow bikin air mata menetes, membawa kembali kenangan masa kecil.  Nah, buat yang penasaran apakah Nobita atau Dekisugi yang jadi nikah dengan Shizuka? Apakah Doraemon jadi balik selamanya ke abad 22 dan nggak kembali lagi ke zaman Nobita? Wajib nonton nih ke Blitz terdekat. #sumpahbukanngiklan

Pengennya gw sih ada saat dimana dari sekian banyak komikus-komikus di Indonesia bisa buat yang seperti beginian. Gw bisa nonton dan mengapresiasi karya bangsa dengan tersenyum. Kita jangan cuma nonton doang karya "orang lain"; tapi bisa juga nonton karya "orang sendiri".

Harapannya adalah semoga maju terus dunia kreatif di Indonesia \m/




0 komentar:

Posting Komentar