Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, teriring doa dan
keselamatan semoga terlimpah atas nabi dan rasul termulia “Muhammad SAW”, mengikuti mereka dalam kebenaran sampai hari
kiamat nanti.
Alhamdulillah di tahun 2013 ini kita masih berkesempatan
untuk “bertemu” dengan bulan mulia Ramadhan; mudah-mudahan kita semua termasuk
dalam golongan orang yang bertakwa.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan
atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).
Ada beberapa hal yang menarik
pada Ramadhan kali ini adalah selain yang biasanya muncul seperti kehadiran pedagang kembang api, pedagang kolak
serta penganan lainnya adalah dengan diawali moment naiknya [lagi] harga BBM
jenis premium serta persiapan bagi orang tua yang memasukkan "buah hatinya" ke
sekolah alias menyambut tahun pelajaran baru. Walhasil, menurut info yang didapati
banyak pula orang tua yang mengernyitkan dahi.
Namun demikian, melalui bulan Ramadhan
yang penuh kemuliaan ini kita semua diajarkan untuk sabar, tidak hanya
menahan haus dan lapar; tapi juga hawa nafsu. - sudahkah kita senantiasa bersabar? - :)
“Mereka [orang taqwa itu] mampu
menahan emosi dan pemaaf kepada manusia”(QS Ali-Imran: 134). Bulan Ramadhan
adalah bulan kesabaran, dan sabar itu balasannya surga. Jiwa ini dilatih selama sebulan penuh, sehingga
diharapkan selanjutnya, kita lebih mampu mengendalikan diri dalam berinteraksi,
baik dengan keluarga, masyarakat maupun bernegara. Seorang beriman dilatih
untuk senantiasa bersabar [diantaranya; yakni:]
Pertama, sabar dalam ketaatan. Tentunya dalam rangka
taat kepada Allah swt. Dalam menunaikan shalat, menjalankan puasa, membayarkan
zakat, menunaikan ibadah haji, berbakti kepada orangtua, mencari dan memberi
nafkah keluarga, berbuat baik kepada fakir miskin, kepada tetangga dsb. Ini semua butuh kesabaran,
pasti tidak mudah menjalankannya. Hanya karena motivasi iman kepada Allah SWT sajalah yang membuat seseorang kuat dan tangguh untuk tetap istiqomah.
Kedua, sabar menghindari maksiat.
Ditengah kehidupan modern saat ini,
tentu banyak sekali godaan-godaan untuk berbuat maksiat bagi orang-orang yang
beriman. Apakah wujudnya harta yang tidak halal, godaan lawan jenis yang cantik
atau ganteng, godaan kekuasaan yang kerap membuat seseorang terlena. Andai
saja, seseorang tidak memiliki kekuatan kesabaran terhadap rangsangan dan
godaan tersebut, maka tentu hidupnya akan mudah tergelincir dari jalan yang
lurus.
Ketiga, sabar ketika mendapat
musibah. Perhatikanlah, bagaimana sikap seseorang, ketika tiba-tiba mendapat
musibah, bagaimana reaksi mereka. Ketika seseorang yang sangat dicintai,
tiba-tiba meninggal dunia. Ketika rumah indah yang dimiliki hangus terbakar,
ketika jabatan yang dirintis puluhan tahun, tiba-tiba harus dilepaskan.
Berbagai bentuk penyikapan diungkapkan. Ada yang histeris, ada yang sampai gila,
bunuh diri dsb. Padahal semua ini hanyalah hiasan dunia. Seorang beriman tentu
hanya akan mengucapkan "inna lillahi wa inna
ilaihi rajiun": sesungguhnya segala sesuatu merupakan milik Allah SWT dan akan
kembali kepada-Nya. Pada bulan Ramadhan ini kesabaran itu kita asah, sehingga
jiwa taqwa, yaitu mampu mengendalikan diri, terwujud dalam diri kita.
Ambil hikmah dari puasa Ramadhan
sebuah pelajaran untuk bersabar atas gangguan manusia, bersabar dalam berbicara
dengan mereka dan dalam mengajak mereka kepada Allah. Bersemangatlah melakukan
apa-apa yang dapat memberi mereka faedah. Bukan malah tidak bersabar sehingga tidak berbicara dengan mereka dan tidak memberikan kebaikan kepada
saudara-saudara sesama muslim, karena Rasulullah bersabda di dalam hadits yang
diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: “Seorang
mu’min yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih
utama daripada seorang mu’min yang tidak bergaul dengan mereka dan tidak sabar
atas gangguan mereka.” (HR.Tirmizdi dan Ibnu Majah).
Wallahu a’lam
Salam Pembelajaran
@fau_fauzi





