Alkisah tentang dua orang yang sedang mencari kerja di salah satu kota metropolitan... Yang pertama "sebutlah dia" Pinto dan yang kedua "sebutlah dia" Gendo .
Pinto dan Gendo merupakan teman kuliah di kota kelahiran mereka masing-masing. Pada saat menekuni studi di meja kuliahan Pinto merupakan mahasiswa yang cerdas; dari awal memasuki kampus sampai lulus kuliah nilai indeks prestasinya (IP) tidak pernah dibawah 3,5. Tak jarang Pinto pun sering menjadi "bahan contekan" teman-temannya saat mengerjakan makalah maupun saat pelaksanaan ujian.
Namun demikian, Pinto termasuk orang yg kurang suka bersosialisasi; dia lebih menyukai bergaul dengan orang-orang tertentu saja yang menurut dia bisa menjadi tempat "sharing" mengenai materi kuliah. Sedangkan Gendo sebetulnya adalah mahasiswa yang pintar juga "meski tidak bisa disamakan" dengan Pinto; karena untuk mendapatkan indeks prestasi 3 saja harus belajar ekstra keras, pontang panting, banting "buku", banting "makalah", "banting tulang" #eh :D . Maklumlah Gendo aktif dalam organisasi kampus (Wakil Ketua BEM, Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa, dan lain sebagainya); sehingga sebagian besar waktunya cukup tersita untuk mengurusi kegiatan organisasi.
Tibalah saatnya, mereka berdua lulus kuliah. Pada "masa awal" baru lulus dari kampus memang mahasiswa gembira tak terkira; karena sudah tidak perlu lagi disibukkan dengan segala macam tugas dari dosen maupun bayar uang kuliah :D
Namun, lulus kuliah adalah awal dari perjalanan hidup mereka; karena saat itulah mereka akan menapaki untuk mengaplikasi hasil pembelajaran selama ini. Dari yang sebelumnya hanya teori saja menjadi harus mengaplikasikannya dalam kenyataan [pekerjaan].
Setelah menerima ijazah; keduanya sibuk untuk "apply" lowongan kerja di media cetak, media online, maupun dari informasi orang-orang yg mereka kenal; pantang menyerah penuh semangat sebelum ada panggilan wawancara kerja.
Perjuangan keras memberikan hasil; akhirnya mereka sama-sama dipanggil untuk interview di salah satu perusahaan telekomunikasi terkenal untuk posisi sebagai Staff Organizational Development. Selayaknya orang yang baru dapat panggilan interview; terbersit rasa senang bukan kepalang; persiapan pun dilakukan sebaik mungkin untuk menemui sang pewawancara esok hari [surat lamaran, daftar riwayat hidup, sertifikat-sertifikat] terbungkus rapi dalam map coklat "dibalut" oleh rasa percaya diri yang memang masih tinggi.
Tibalah saatnya mereka datang ke perusahaan tersebut. Sebelum interview dimulai terlebih dahulu mereka mengisi formulir registrasi calon karyawan, mengisi sejumlah test psikotest, soal cerita dan lain sebagainya. Pinto dipanggil duluan untuk diwawancara; dengan langkah tegap serta suara yang mantap menjawab seluruh pertanyaan yang diberikan. Percaya diri dengan hasil wawancara saat itu, Pinto pun pulang dengan hati yang tenang; di dalam pikirannya dia sudah yakin satu minggu lagi akan mendapatkan konfirmasi bakal diterima di perusahaan tersebut.
Kemudian beberapa saat kemudian Gendo menyusul memasuki ruangan lainnya; tanpa disangka yg ternyata mewawancarainya adalah salah seorang senior di Himpunan Mahasiswa [ketua Himpunan Mahasiswa 2 periode diatas Gendo]. Proses wawancara yang dia pikir bakalan "kaku" dan serius pun berjalan hangat lebih ke arah sharing tentang kegiatan organisasi apa saja yang telah dilakukan selama ini dijalani oleh Gendo. Karena si pewawancara telah mengetahui kinerja baik Gendo dalam berorganisasi; proses wawancara pun berjalan tidak lama.
Seminggu pun berlalu, saat yang dinanti telah tiba; dengan sedikit lesu Pinto harus menerima bahwa dalam kesempatan ini dia masih belum diterima di perusahaan yang dia ingin berkarya [betul memang dia pintar, akan tetapi sedikit sulit bersosialisasi dengan orang lain]. Lain halnya dengan Gendo; wajah cerah penuh senyum terpampang pada wajahnya setelah mendapatkan konfirmasi bahwa dalam dua hari ke depan dia sudah dapat bekerja sebagai staff organization development.
Kecerdasan memang penting untuk dimiliki pada saat seseorang hendak untuk berkarya."Pintar harus, networking jalan terus".
Salam Pembelajaran \(^_^)/
@fau_fauzi
Kamis, 11 Juli 2013
Smart is Not Enough. Networking is a Must.
19.05
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar