About

Kamis, 10 Oktober 2013

Belajar dari lalu lintas (masalah itu dihadapi; jangan dihindari)

Pernah nggak; saat kamu sedang mengendarai motor/mobil atau naik angkutan umum, ada saat dimana kita sedang berada di sebuah jalan yang menanjak dan terlihat penumpukan kendaraan?? [ataupun pada situasi lainnya]; tiba-tiba kita melihat sebuah jalan kecil sebelum jalan menanjak tersebut.. Ternyata, banyak juga yang memilih melewati jalan kecil dengan harapan akan menempuh waktu lebih cepat...

Namun kenyataan yang terjadi adalah kendaraan yang setia mengantri pada akhirnya malah lebih "ngacir" ke tempat tujuan dibandingkan yang memilih jalan belok yang kecil, karena ternyata penumpukan kendaraan tersebut terjadi sesaat hanya saja; disebabkan misalnya karena ada angkutan umum yg menurunkan penumpang atau ada sebuah kendaraan macet.. Setelah itu whuzzzz lancar kembali..

Begitupun sama halnya saat melihat sedikit permasalahan hendaknya coba dihadapi, jangan apa-apa pengennya cepat selesai tapi malah menghindar. Sesaat memang sih terasa masalah itu bisa dihindari; tapi kalo coba dipikir lagi sebetulnya masalah itu nggak selesai lho; malahan kalo berikutnya menemukan suatu masalah lagi; yang ada malah numpuk dah tuh problem yg ada...

Memang sih; bisa juga yang memilih melewati jalan kecil sebagai alternatif melewati kemacetan boleh jadi tiba lebih duluan dibandingkan yang memilih mengantri... Tapi pelajaran yang dapat dipetik adalah; sesulit apapun masalah yang mendatangi kita; hadapilah dengan bijak, Yang Maha Kuasa akan memberikan cobaan sesuai kemampuan hambanya...

Everything is Possible... ^_^

Salam
@fau_fauzi

Senin, 07 Oktober 2013

Benarkah Kita Sudah Bersyukur?

INSPIRASI

(repost) BY   OCTOBER 8, 2013

Ada yang berkata kepada saya, “Mas Jamil ini serakah dan kurang bersyukur. Order training dari perusahaan ternama tiap hari ada tapi masih mengadakan public seminar.” Sesungguhnya, banyak yang salah memahami makna bersyukur. Karena kesalahan pemahaman ini, akhirnya orang itu tidak berkembang. Dampak selanjutnya karir atau bisnisnya stagnan.
Menerima dan senang atas kenikmatan yang kita peroleh itu baru sebagian kecil dari makna bersyukur. Apabila target tercapai, order banyak, karir melejit kemudian Anda bahagia dan memuji Sang Pencipta memang itu bersyukur. Tetapi pemahaman itu belum utuh. Berhenti pada pemahaman ini membuat Anda cepat puas bahkan dalam jangka panjang bisa membuat Anda malas.
Bersyukur juga mengandung makna intensifikasi dan ekstensifikasi potensi diri. Setiap manusia yang terlahir ke dunia pasti diberi modal terbesar oleh Allah SWT berupa potensi diri. Tugas manusia adalah menemukan dan kemudian melakukan intensifikasi serta ekstensifikasi potensi diri.
Intensifikasi itu mendayagunakan dan mengoptimalkan potensi yang ada. Potensi yang sudah Anda temukan tadi terus diasah tiada henti. Salah satu bukti bahwa Anda sudah melakukan intensifikasi potensi diri adalah Anda sudah menjadi seorang ahli di bidang yang Anda tekuni.
Dari keahlian Anda yang sudah terasah maka akan terlahir karya-karya besar yang memberi banyak manfaat. Oleh karena itulah, apabila Anda belum menghasilkan karya di atas rata-rata kebanyakan orang jangan mengaku bahwa Anda sudah bersyukur.
Sementara ekstensifikasi diri bermakna terus menemukan potensi diri yang mendukung keahlian yang ditekuni. Seorang peneliti, misalnya, tidak boleh puas dengan hasil penelitiannya saja. Dia perlu mengembangkan kemampuan memasarkan hasil penelitiannya sehinga penemuannya diketahui sekaligus memberi manfaat kepada banyak orang.
Intensifikasi dan ekstensifikasi menghasilkan manusia pembelajar dan haus akan prestasi-prestasi besar. Menerima (acceptance) dan senang atas berbagai nikmat yang Anda peroleh hanyalah kunci pembuka rasa syukur. Anda harus masuk kedalam ruangan syukur yang lebih luas dengan cara melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi potensi diri.
Cobalah renungkan sejenak, sudahkah Anda menjadi manusia yang bersyukur? Bila Anda menjawab sudah, apakah karya atau prestasi Anda yang diakui banyak orang? Bersyukur itu perlu bukti, bukan hanya pengakuan diri dan perasaan dalam hati.
Anda mau berlatih bersyukur? Sebarlah tulisan ini apabila Anda merasakan manfaat dari tulisan ini. Hehehehe… kalau ini namanya “maksa dot com”.
Salam SuksesMulia!