About

Senin, 31 Desember 2012

#Resolusi2013Gw

Tahun telah berganti, matahari telah menyapa,,, semangat hidup harus lebih membara dan action harus lebih terarah lagi di tahun 2013.

Sepertinya sih di setiap pergantian tahun; yang namanya si "resolusi" sering disebut-sebut deh, entah karena memang punya harapan untuk memperbaiki diri dan menginginkan lebih baik lagi atau cuma ikut-ikutan saja meski gak tau arah akan kemana dia dalam menyongsong tahun yang telah berganti :-)

Memang sih nggak ada keharusan tersendiri untuk membuat resolusi, tapi bukankah sebaik-baik individu adalah yang senantiasa memperbaiki diri dari waktu ke waktu? Nah, disitulah fungsi si "resolusi"; kurang lebih sebagai "guide line" sederhana untuk kita melangkah.

Resolusi itu sendiri artinya adalah keputusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan ; sebuah pernyataan tertulis yang biasanya berisi tuntutan terhadap sesuatu hal. (Kamus Besar Bahasa Indonesia Online).

#Resolusi2013Gw sendiri diantaranya adalah:
* Menikah ^_^
* Bisa lebih mampu membahagiakan orang tua kami dan keluarga
* Lebih berkontribusi positif bagi perusahaan dimana kami bekerja
* Bersama keluarga mendirikan yayasan pendidikan untuk membantu saudara yang kurang mampu (alhamdulillah sudah tahapan penyelesaian administrasi di notaris)
* Dapat lebih banyak menuangkan tulisan di fauzhy.com ini minimal 1 minggu 1 tulisan yang di posting ^_^

Nah, terkait dengan cara efektif menjalankan resolusi tersebut sepertinya saya pernah baca  menurut majalah Ummi 2011 adalah sebagai berikut:

* Teguh menjalankan komitmen. Sebuah resolusi hanya akan menjadi sebuah penyataan tanpa diimbangi dengan kerja keras dan usaha untuk mewujudkannya. Apabila kita sudah tahu dan memahami apa yang kita mau, yakinlah dalam melakukannya.

* Buat evaluasi. Evaluasi resolusi tahun lalu dan jadikan rujukan dalam pencapaian resolusi tahun ini.

* Sampaikan kepada orang lain. Memberitahukan resolusi kepada orang lain akan memudahkan kita dalam pencapaian target yang diinginkan. Mereka akan jadi pengingat dan pemberi motivasi agar kita mencapai resolusi tadi.

* Segera antisipasi. Catatlah resolusi dan jangan lupa untuk membuat antisipasi apabila terdapat kendala yang mungkin saja terjadi serta bagaimana cara untuk mengatasinya.

Mari kita renungkan kembali resolusi yang telah dibuat. Pastikan resolusi tersebut memberikan kebaikan bagi kita dan juga memberikan manfaat bagi orang lain.

Selamat membuat resolusi dan menjalankannya dengan baik.

Salam sukses di tahun 2013 \(^_^)/

@fau_fauzi


Minggu, 09 Desember 2012

Arti Pentingnya (membangun) Komunitas

Berawal pada sebuah sore saya dan rekan-rekan lainnya dari sebuah komunitas  untuk menghadiri undangan acara seminar tentang pentingnya optimasi social media (memang undangan tersebut ditujukan bagi PIC komunitas tertentu) sehingga dapat lebih "melek" lagi di era digital : seminar tersebut sangat berguna mengingat sekarang ini segala sesuatu sudah lebih simple dan ter-digitalized

Sempat terbersit dalam pikiran kenapa yang diundang hanya segelintir orang yang notabene adalah yang memang in-charge dalam komunitas dimana mereka berkecimpung. Kebetulan saat itu memang hanya PIC nya saja yang diundang dalam acara tersebut. Namun setelah beberapa saat mencari beberapa referensi (via google.com, dsb) tentang yang dimaksud akhirnya paham juga.

Bagi sebuah perusahaan tidak dapat dipungkiri keberadaan komunitas adalah sesuatu yang penting. Pentingnya peran dari suatu komunitas baik itu yang terbentuk secara offline maupun online telah disadari dengan baik oleh banyak perusahaan karena mereka dapat memberikan pengaruh yang baik bagi bisnis, memberikan word of mouth (WOM) serta umpan balik bagi perusahaan.

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. 

Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak". (Wenger, 2002: 4). Menurut Crow dan Allan, komunitas dapat terbagi menjadi 3 komponen: 1). Berdasarkan Lokasi atau Tempat Wilayah atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai tempat dimana sekumpulan orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis. 2). Berdasarkan Minat. 3). Berdasarkan Komuni (yang) dapat berarti ide dasar yang dapat mendukung komunitas itu sendiri (http://id.wikipedia.org/wiki/Komunitas)

Selaras dengan beberapa paragraf diatas akan sedikit dibahas tulisan dari Everett Rogers dalam bukunya yang berjudul “Diffusion of Innovation” – melihat bahwa sebuah produk inovatif yang masuk kedalam pasar akan memasuki suatu tahapan yang disebut adoption life cycle. Dijelaskan bahwa produk baru pertama – tama hanya akan digunakan oleh segmen innovator (yang selalu berambisi mencoba mencoba produk paling baru), selanjutnya memasuki segmen early adopter (yang rela mencoba-coba hal yang belum pernah teruji demi mendapatkan keuntungan atau fasilitas yang ditawarkan dalam kurun waktu promosi tertentu).

Namun, untuk benar-benar menjadi mainstream, produk harus dapat menembus segmen early majority yang konservatif dan cenderung lebih berhati-hati, walau tak mau ketinggalan. Disinilah titik dimana banyak bisnis yang mengalami kesulitan  untuk berpindah dari segmen early adopter ke early majority sepertinya memang diperlukan “effort “ yang ekstra keras. Itulah sebabnya pebisnis harus memiliki “ strategi khusus “ untuk menempuh proses itu semua.


Hubungan mengenai adoption life cycle tersebut dengan konsep pemasaran terkini adalah bahwa setelah Rogers memetakan segmen innovator, early adopter, early majority, late majority dan laggard. Ditemukan bahwa dalam segmen early adopter banyak yang merupakan tokoh komunitas sedangkan dalam segmen early majority adalah sebagai anggota komunitas yang aktif. Sehingga komunitas dapat berpotensi menjadi wadah yang sangat efektif untuk mempercepat terjadinya edukasi dan transfer pengetahuan.

Bagi kepentingan sebuah perusahaan; interaksi antara sebuah bisnis dan konsumen haruslah semakin horizontal. “Banyak konsumen yang memutuskan untuk menggunakan suatu produk lebih berdasarkan informasi yang diperoleh dari teman & rekan yang mereka percayai bukan dari perusahaan itu sendiri (edukasi horizontal / Word of Mouth).  Dan medium yang paling cocok untuk melakukannya adalah komunitas, dimana sudah terbentuk trust relationship yang tinggi antar anggotanya. Dari hal itu diharapkan perusahaan dapat menjadi konektor bagi komunitas yang relevan dan memfasilitasi berlangsungnya edukasi pasar yang lebih efektif, yaitu edukasi horizontal antar konsumen. 

Communitization yang diharapkan sebagai awal terbentuknya loyal advocate pada sebuah bisnis; dengan peran perusahaan sebagai konektor yang memfasilitasi terjadinya hubungan antar anggota komunitas. Selaras dan senada tentunya dicapai tujuan akhirnya yakni tercapai revenue yang baik bagi perusahaan.

Namun pula, hal terpenting yang perlu diingat dalam usaha membangun komunitas adalah konsistensi yang berkesinambungan. Banyak dari perusahaan tidak konsisten dalam usaha membangun komunitas tersebut. Akibatnya komunitas yang mereka bangun akhirnya tidak terawat baik dan akhirnya "mati". Padahal kalau mau konsisten merawat komunitas ini, tentunya perusahaan bisa mendapat banyak keuntungan.

Peliharalah dengan baik komunitas : hasilnya akan berbanding lurus dengan yang diharapkan (revenue) perusahaan. 

(dari berbagai sumber dengan beberapa pengembangan)


Salam Belajar ^_^
@fau_fauzi




Kamis, 06 Desember 2012

Fokus (pada sesuatu yang dapat dilakukan)

Berawal di suatu sore tidak sengaja menonton film pada salah satu channel TV kabel dengan judul "28 Days", pemeran utamanya jika tidak salah Sandra Bullock (" sebagai Gwen").

Pada awalnya sih cuma menonton saja untuk mengisi waktu sore menjelang malam, tidak terpikir nantinya akan menemukan suatu pelajaran yang cukup berarti (bagi saya) dari film tersebut karena biasanya hanya tersaji cerita fiksi saja.

Singkat cerita, di pertengahan film muncul sebuah konflik dimana di pemeran utama tidak dapat melakukan suatu hal yg diinginkannya. Marah-marah pun menjadi sebuah pilihan sebagai pelampiasan atas hal yang tidak  dapat dilakukan olehnya.

Namun, lawan main "Gwen" memanggilnya untuk mencoba melakukan lagi hal yang tidak dapat dilakukannya tersebut dengan terlebih dahulu mengucap sebuah kalimat yang mungkin sering kita dengar : "fokuslah pada hal kecil yang dapat kita lakukan, bukan pada sesuatu yang tidak dapat kita jangkau".

Satu kalimat penuh makna nampak tersirat dari kata-kata yang tersusun tersebut. Memang, dalam keseharian biasanya kita acapkali terlalu fokus pada target yang ingin kita capai ; mungkin karena saking fokusnya kita sering lupa pada hal-hal kecil yg dapat kita lakukan utk mencapai tujuan tersebut.

Mirip seperti yang "Gwen" lakukan, tindakan marah pula yang sering dilakukan saat tidak dapat meraih apa yang ditargetkan untuk dicapai ; bukan fokus melakukan yang memang dapat dilakukan tapi malah sibuk menyesali hal yang memang belum dapat kita lakukan.

Padahal sesuatu yang sering kali kita anggap kecil, seringkali merupakan bagian-bagian yang membangun supaya kita dapat meraih "goals" yang diinginkan.

Sering pula kita menemui orang-orang membicarakan hal yang tidak dapat mereka lakukan. Sehingga muncul kesan hanya fokus pada kekurangan dan kekurangan saja. Dalam situasi seperti tersebut seringkali kita tidak fokus kepada apa saja yang sudah dimiliki ; kekuatan yang sudah ada ; sesuatu yang sudah digenggam di tangan. Sesuatu yang selama ini tidak disadari keberadaannya.

Dari seluruh sumber daya yang sudah kita miliki itulah akan timbul rasa percaya diri yang baik dan segala macam potensi dapat dilakukan. Fokuskan apa yang bisa diperbuat sekarang, hal ini bukan berarti kita hanya berandai-andai ; namun memfokuskan diri kepada apa yang bisa kita kerjakan saat ini dengan mengalihkan energi ke arah yang bisa diperbuat sekarang maka akan terasa bahwa segala kelemahan itu tampak semakin kecil. Segala kemungkinan menjadi terbuka, kemajuan bisa dicapai dan masa depan juga dapat terlihat cerah.

Fokuslah pada yang kita miliki sekarang, niscaya akan terasa sekali kekuatan kita ini.

Memulai sesuatu dari hal yang dapat dilakukan dan dimulai dari sekarang.

Salam Belajar ^_^
@fau_fauzi

Sabtu, 01 Desember 2012

Komunikasi (mencoba untuk menjalin komunikasi yang baik)

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi komunikasi adalah: pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami (kamusbahasaindonesia.org/komunikasi).

Berbicara komunikasi berarti bicara tentang dua belah pihak, karena dalam berkomunikasi tidak bisa hanya ada satu pihak saja. Pada saat anda berkomunikasi; pada dasarnya anda sedang menghasilkan, mengalihkan dan menerima pesan-pesan.

Prinsip utama komunikasi adalah : "komunikasi tidak mungkin dihindari". Dengan kata lain, tidak ada satu hal pun yang bukan merupakan komunikasi. DeVito (1988) menulis bahwa komunikasi tidak dapat dielakkan sehingga kita tidak dapat tidak berkomunikasi dan tidak dapat tidak memberikan tanggapan

Dalam dunia pekerjaan, komunikasi merupakan hal penting. Apa jadinya jika delegasi wewenang tidak ter-komunikasikan dengan baik. Yang ada nantinya pekerjaan tersebut tidak terselesaikan dengan baik.

Ada kalanya hadir miss-communication terjadi sehingga ada hal yang seharusnya dilakukan malah tidak dikerjakan dan justru hal yang seharusnya tidak dilakukan malah dikerjakan. Atau bisa juga malah tidak dikerjakan sama sekali, karena tidak ter-komunikasikan dengan baik.

Tanpa komunikasi yang efektif setiap hubungan interpersonal, setiap tujuan, setiap strategi, setiap organisasi berada dalam sebuah resiko. Biasanya kesalahpahaman dan hubungan efektif berakar pada komunikasi yang kurang baik.

Menjalin sebuah komunikasi yang efektif tidaklah mudah. Hal ini dapat menimbulkan sesuatu tidak nyaman, serta dapat pula membuat orang marah kepada anda. Tapi, itu satu-satunya cara untuk memecahkan masalah.

Ketika suatu saat muncul keadaan sulit dan taraf emosi yang memuncak tinggi, bagaimana kita bisa yakin kita berkomunikasi secara efektif (dan secara santun)??? Itu berarti sudah saatnya kita untuk kembali pada definisi komunikasi itu tersebut. Dengarkanlah dengan seksama apa yang dikatakan orang lain, sesuaikan gaya bicara anda untuk mencoba dan terhubung dengan mereka secara efektif.

Jangan pernah berpikir bahwa untuk melakukan komunikasi itu adalah merupakan pekerjaan orang lain; dimana pun posisi anda di dalam bagan organisasi. Tenangkan diri dari percakapan yang menyulut emosi. Dengarkan dengan baik, ajukan pertanyaan dengan santun dan selalu fokus pada pokok permasalahan ketika menilai sebuah kondisi yang terjadi. Jika anda menemukan ada sebuah topik yang memerlukan pendapat orang lain, maka carilah perspektif orang lain tersebut sehingga didapat pandangan yang lebih baik.

"Komunikasi yang efektif adalah seperti olahraga. Kita semua tahu bagaimana melakukannya. Kita semua tahu bahwa kita harus melakukannya. Namun itu sering diabaikan."

Komunikasikanlah segala sesuatunya dengan baik dan dapatkan hasil yang baik pula.

Salam Belajar ^_^
@fau_fauzi

Kamis, 29 November 2012

Saling Ejek Antar Supporter. Apakah perlu???


Dan terjadi lagi entah untuk kesekian kalinya saling ejek antar supporter kesebelasan terjadi kembali.

Sepakbola dan suporter merupakan suatu hal yang terpadu. Dimana ada sepakbola ; lumrahnya disitu akan ada suporter. Suporter adalah "pemain kedua belas yang boleh bisa bilang sangat fanatik dan antusias dalam membela klub yang dicintainya.

Khususnya dalam hal ini terjadi kembali pada saat perhelatan ajang AFF 2012. Nada ejekan yang sangat jauh dari kepantasan dengan lancarnya meluncur deras dari "oknum' pendukung salah satu negara peserta.

Jakarta - Video di Youtube yang berisi tayangan suporter sepakbola Malaysia menghujat Indonesia bikin heboh. Dubes Malaysia di Jakarta Dato Syed Munshe Afdzaruddin menyatakan hal itu dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab.

"Setiap orang bisa mengupload di Youtube. Dan saya tidak tahu apakah orang ini bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Syed Munshe dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (30/11/2012). (detik.com)

Padahal apa yang mereka perebutkan sebetulnya? Kalah dan menang dalam suatu pertandingan merupakan suatu hal yang sudah biasa, tidaklah mungkin kedua tim menang, jika keduanya tampil sama-sama kuat maka hasil yang paling mungkin adalah imbang.

Salah satu faktor yang "menyulut" hal tersebut di atas; diantaranya adalah fanatisme. Fanatisme bisa dimaknai ketika pikiran-pikiran seseorang sangat terpaku sehingga mereka tidak akan menanggapi diskusi atau argumen apapun, serta fanatisme terjadi ketika pertimbangan-pertimbangan fisik mengalahkan nasionalitas.

Partisipan dalam sepakbola terintegrasi ke dalam sistem sosial yang lebih besar saat mereka bertemu dan berinteraksi dengan partisipan dari klub lainnya. Klub dengan demikian membantu mengembangkan kesamaan bentuk identitas atau solidaritas yang lebih dalam di tingkat lokal, umum dan nasional (Escobar dalam Giulianotti, 2006:18).

Semoga saja ke depannya tidak terulang lagi hal serupa, akan lebih indah jika "hiburan" dari olahraga sepakbola tidak ternodai oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Salam Damai, Salam Fair Play ^_^
@fau_fauzi

Jumat, 19 Oktober 2012

Hakikat Jodoh (finishing the article)


This is it,,, setelah postingan terakhir di bulan September 2012 kemarin, akhirnya tiba waktunya untuk mem-finish-kan tema ini --- biar gak ngelantur kemana-mana maksudnya ^_^ ---

Pemirsa,,, temanku,,, sahabatku,, rekan-rekanku,,,, tentunya banyak orang menginginkan jodoh yang sempurna, yakni sempurna sesuai keinginannya.

Namun sebagian dari mereka membantah hal tersebut :"kami bukan menginginkan jodoh yang sempurna, kami hanya ingin jodoh yang sholih, pengertian, dan setia".
Padahal yang bila dipahami bahwa kesempurnaan itu hadir dalam sosok -- yang tentunya  juga --- wanita/pria yang sholeh/ah, pengertian, dan setia tersebut...

Sebagian yang lain mengatakan "saya gak cari cowok/cewek yang cakep tapi yang cukup"

"Saya pengen cowok yang ber-wibawa" ... Wii bawa mobil, wii bawa duit, wii bawa macem-macem hehe... :-D


Dear rekan-rekan,,, kesempurnaan tidak hadir dalam "penilaian" kasat mata, tapi kesempurnaan hanya bisa didekati dengan taqwa dan contoh yang nyata.
Kesempurnaan adalah sebuah proses, sebuah perjalanan, saling mengimbangi-mengingatkan-
melengkapi antara satu dengan lainnya.

Jangan cari jodoh yang sudah sempurna (karena emang gak ada lagi..), tapi carilah jodoh yang siap untuk saling menyempurnakan dalam proses yang diridhoi-Nya. Dan jangan cari jodoh yang setia kepada Anda, tapi carilah jodoh yang setia kepada Allah, agar Anda turut selamat di dunia dan akhirat.


Jadi hakikat dari perjodohan adalah mencocokkan apa-apa yang tidak cocok dan yang sudah cocok antara dua manusia.

So, jangan sibuk mencari orang baik yang cocok dengan Anda tp sibuklah belajar menjadi orang yang mudah cocok dengan orang-orang yang baik.

Artinya, terjadinya pernikahan adalah karena adanya "persamaan" dan "perbedaan". Begitupun terjadinya perceraian adalah karena adanya "persamaan" dan "perbedaan".

Contoh 1, terjadinya pernikahan :

Persamaannya : sama-sama manusia, sama aqidahnya, sama visinya, sama-sama mau, dan sama-sama hidup hehe ^_^

Perbedaannya : Beda kelamin, beda keluarga, Beda peran, beda bentuk tubuh

Contoh 2, terjadinya perceraian :

Persamaannya : sama-sama gak cinta lagi, sama-sama merasa gak cocok lagi, sama-sama pengen cerai, sama-sama egois

Perbedaannya : Beda prinsip, beda visi, beda aqidah

Walaupun ada juga yang bercerai padahal salah satu pasangannya masih ingin bertahan. Dan ada juga yang bercerai walaupun keduanya masih saling mencintai. Ada juga yang menikah tapi salah satunya terpaksa. Inilah hidup, maka biarkan Rahasia tetap dalam kesederhanaannya.

Dengan demikian, jangan jadikan alasan "sudah tidak ada kecocokan lagi" sebagai alasan untuk bercerai, karena alasan tersebut sangat-sangatlah egois. Sebab berbeda antara "sudah tidak ada kecocokan lagi" dengan "sudah tdk mau saling mencocokkan lagi".

Tapi jika pasangan Anda telah memilih Tuhan selain dari Allah, telah meninggalkan sholat, atau telah terang-terangan berzina, maka bercerai bisa menjadi solusi.

Wallahu a'lam... ^_^

Sekian untuk pembahasan ini dan salam jumpa kembali dalam tema yang lainnya,,,, \(^_^)/
@fau_fauzi

Kamis, 13 September 2012

Hakikat Jodoh (lanjutan)

Setelah ngepost tentang tema yang sama di akhir Agustus lalu,, akhirnya kepikiran untuk melanjutkan postingannya ,,, --- kebetulan semalam dapat kabar menggembirakan dari "adik" ane yang sepertinya sudah mendapatkan tambatan hati (baca: jodoh) ,,, mudah-mudahan diberikan kelancaran sampai hari H nantinya... Aamiiin..."

Tadinya karena exciting pengen malem juga diposting coz biasanya klo langsung dituangkan bakalan lebih utuh bahasanya, cuma karena telah teralihkan ke acara TV dipending lah sampai sekarang... hehehe

So,, berikut lanjutannya (supported by share from @KangZainS3) please cekidot :-)


Salah satu pengertian dari hakikat jodoh itu diantaranya mengenai keseimbangan, dan bukan sekedar mengenai kecocokan dalam selera saja. Dan keseimbangan itu meliputi "persamaan" dan "perbedaan".

Contoh sederhananya adalah sandal kiri yang dapat dikatakan berjodoh dengan sandal kanan. (nah sandal jepit aja udah nemuin jodohnya, trus klo yang lagi baca ..... udah apa belum ya? ^_^ )

Persamaannya : sama-sama sendal dengan bahan dasar yang sama dan merk yang sama.

Perbedaannya : bentuknya berbeda, peruntukkannya pun berbeda. Sendal kiri untuk kaki kiri dan sendal kanan untuk kaki kanan.

Nah,,, ketika sendal kanan melangkah ke depan maka sendal kiri akan menjaga keseimbangan; yakni tetap berada di belakang. Begitupun sebaliknya. Tidak indah kan jadinya jika sendal kiri dan kanan berjalan bersamaan. -- kayak pocong dong nanti jadinya hehehe --. Tugas memang berbeda, tapi tujuannya tetap sama.

Akan sangat tidak elok jadinya apabila jika  kemudian sandal kiri mulai ogah berada di bawah kaki kiri, yakni tatkala ia mulai "cemburu" dengan sandal kanan yang selalu didahulukan dalam bergerak. Akhirnya sandal kiri pun mulai kehilangan jati dirinya, sebab ia lebih memilih memperturutkan hawa nafsunya. -- hehehe apa jadinya ya jika sendal juga punya ego yang ingin dituruti keinginannya? ^_^ ---

Berikutnya dalam sebuah contoh yang lainnya,
Misalnya sebuah case bagi seorang istri yang menganggap bahwa suaminya terlalu lemah sebagai pemimpin keluarga, alias suami Anda kurang memiliki ketegasan dalam banyak hal sehingga sering ditipu oleh kliennya...

Maka bantulah suami Anda bersikap tegas dengan cara yang santun. Misalkan melalui nasehat yang Anda berikan kepada anak Anda di hadapannya "anakku yg shalih, ibu yakin kamu bisa sukses, yg penting kamu tegas dan tetap bertawakal kepada Allah, dahulukan kebenaran daripada logikamu. Hilangkan ketakutanmu, Allah bersama orang-orang yang benar"

Gak masalah anak Anda yg kecil itu kurang paham nasehat Anda, yang penting suami Anda paham toh... hehehe

Ataupun,,,  jika mungkin saat ini suami Anda belum pandai mencari nafkah maka semampu Anda berikan ia contoh "cara cari duit". Tunjukkan semangat Anda.

Namun demikian, tetaplah Anda tidak boleh meninggalkan peran utama Anda sebagai seorang istri dan ibu. Ini memang tak mudah, teruslah memohon petunjuk-Nya.

Begitu pun sebaliknya bagi seorang suami, lalu menemukan bahwa istri Anda kurang kasih sayang dalam mendidik anak-anak Anda di rumah, dan ternyata istri Anda lebih mementingkan karirnya di kantor atau positioningnya di komplek; sampai mengabaikan karirnya sebagai seorang istri dan ibu yang penuh kasih sayang, maka silakan nasehati istri Anda dengan cara yang penuh kasih sayang.

"Nasehat bukanlah untuk memposisikan siapa yang benar atau siapa yang salah, tapi untuk dzikrullah". Sungguh aneh jika seorang suami menasehati istrinya tentang kasih sayang tapi dilakukannya dengan marah-marah, seperti "istriku, kamu kan makhluk perasaan tapi kok cuek banget sama anak-anak kita, lihat tuh anak-anak kita kering kasih sayang, mana setiap saya pulang kantor rumah selalu saja berantakan, gosiiip sama tetangga mulu sih yang diutamakan... Huh"... Astaghfirullaah... ^_^Tentu akan lebih baik jika disampaikan secara santun sehingga komunikasi dapat terjalin, dan keluarga pun senantiasa tentram dalam "balutan" kasih sayang...

Mengutip Firman Allah SWT:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum:21)

Sementara kayaknya segini dulu ya mudah-mudahan ada manfaatnya,,, di kesempatan berikutnya akan dibahas kembali perihal tentang jodoh tersebut... ^_^

Last but not least,,, Congrats ya "adik bangor" -- semoga diberikan "bahu yang kuat", dilancarkan, dimudahkan dan diberikan keberkahan tentunya dalam menyambut hari yang dinantikan---
Yippiiiiiieee \(^_^)/


Salam
@fau_fauzi


Kamis, 06 September 2012

Hey Mister,,, pada mau kemana???

Hey mister where you headed, are you in a hurry???

Kesemrawutan lalu lintas lagi-lagi jadi postingan disini,,, kagak abis-abis kayaknya ya?
di beberapa titik tertentu semisal lampu lalu lintas dari hari ke hari malah jadi semacam lampu untuk balapan, karena ketika lampu sudah "di posisi kuning" pengendara kendaraan sudah siap memacu gas dan "saat hijau" langsung deh melesat bak sedang balapan di arena pacu,,, hmmmmmm sebetulnya apa perlu ya kebut-kebutan,, kalo memang gak mau telat ya berangkat aja lebih pagi (gitu aja kok repot),,,

Jika sesekali sih gpp, tapi ini kejadiannya berulang terus di hari kerja sehingga menimbulkan rutinitas yang gak efektif ~ ditambah lagi perilaku berlalu lintas yang kurang baik~
Seandainya saja dapat dibentuk pola hidup yang lebih teratur, kalo tempat kerja agak jauh maka berangkatnya lebih pagi lagi dong supaya jalanan tidak penuh tertutupi kendaraan hanya pada jam-jam tertentu saja ^_^

Well then, kita lihat dalam beberapa waktu ke depan apakah tetap semrawut ataukah akan membaik ~mudah-mudahan~ ^_^

Jumat, 31 Agustus 2012

Hakikat Jodoh

Baiklah ,,, lama juga ya nggak posting disini hehe,, karena beberapa kegiatan akhirnya blm sempat mengisi,,, akhirnya setelah terinspirasi dari status bbm teman, TL de el el ,, kyknya seru juga kalo bahas tentang "jodoh. Dan kebetulan beberapa hari lalu dapat sharing dari sahabat @KangZainS3 "pengasuh" dari www.cahaya-semesta.com


Hakikat Jodoh

Sebagaimana kita ketahui bersama jodoh ada di tangan-Nya. Kalau Anda tidak mau meminta kepada-Nya maka wajar saja jika jodoh Anda akan selalu di tangan-Nya. "So, nunggu apalagi? pintalah jodoh kepada-Nya, jangan sampai "lumutan" kagak dapet jodoh  ^_^

Tapi janganlah meminta jodoh kepada-Nya dengan memaksakan kehendak diri. Seperti "Ya Allah, jika ia jodohku maka mudahkanlah, jika ia bukan jodohku maka jodohkanlah, jika ia sudah berjodoh dengan orang lain maka putuskanlah, lalu jodohkanlah ia denganku"

Apalagi sampai berdo'a agak mengancam "Ya Allah, jika ia jodohku maka terimalah ia di sisiku. Dan jika ia bukan jodohku maka terimalah ia di sisi-Mu. Aku ikhlas ya Allah, mendingan aku atau dia yang mati, daripada aku melihatnya hidup bersama yang lain" .....  Na'udzubillaahimindzaalik jgn sampai se desperate begitu ya :D

Tapi cobalah berdo'a untuk mendapatkan jodoh terbaik dengan do'a yang penuh kesantunan, do'a yang membuat Allah tambah sayang kepadamu.

Contohnya seperti berikut : "Ya Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Teliti, pertemukanlah aku dengan jodoh yang akan membaikkanku, dan jadikanlah aku sebagai jodoh yang pantas bagi orang-orang yang baik"

Atau jika Anda sudah punya target yang jelas, maka bolehlah Anda berdo'a "Ya Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, aku mencintai-Mu, tapi kini cintaku pun melekat pada hamba-Mu yang itu (sebutkan namanya), maafkanlah aku, ampunilah aku, lepaskanlah cintaku darinya agar aku bisa lebih utuh mencintai-Mu. Jika ia jodohku, mudahkanlah aku untuk bersamanya, sehingga aku kembali fokus kepada-Mu. Dan jika ia bukan jodohku, mudahkanlah aku melupakannya, dan kuatkanlah cintaku kepada-Mu. Dan mudahkanlah aku untuk semakin mencintai-Mu". Aamiin

Segitu dulu kyknya untuk hari ini,,, coz kebetulan mau ke tempat sahabat lainnya yang kebetulan hari ini akan bersanding dengan "jodoh"nya,,, maka pas lah pembahasan ke depan pun akan seputar "jodoh" ...

I'm Fau & now out for a while

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

See u soon \^_^/

Selasa, 10 April 2012

Disiplin berlalu lintas , kapan akan terwujud?


Hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan jika melihat perilaku masyarakat yang katanya berbudaya dan taat "lalu lintas" sepertinya sangat sulit dicari, padahal seandainya saja mayoritas masyarakat kita mau sabar, dan taat aturan berlalu lintas sepertinya fenomena macet dapat cukup terurai.

Bagaimana tidak, jika dalam keseharian kita dapati fenomena-fenomena berikut:
- jalan raya menjadi ajang kebut-kebutan
- trotoar sudah bukan lagi menjadi hak pejalan kaki
- antrian dalam kemacetan yang semrawut
- jika akan melintasi lintasan kereta api berbondong-bondong semuanya ingin duluan
- jika di lampu lalu lintas seakan-seakan menjadi lampu pacu untuk balapan
- angkot ngetem dimana-mana tanpa menghiraukan tertutupnya sebagian jalan akibat ulahnya
- de el el

Sedikit saja masyarakat kita mau belajar arti sabar dan taat berlalu lintas tentunya sedikit demi sedikit yang namanya ketertiban berlalu lintas itu dapat terwujud, kan gak perlu diberi tindakan tegas pengatur lalu lintas baru kita taat aturan. Bukankah kita semua sudah diberikan yang namanya akal pikiran sehat untuk bertindak sesuai aturan.

Yuuuuukkkkkkkkk mari kita sadarkan diri kita masing-masing supaya ketertiban berlalu lintas segera terwujud,,, aamiiin.

Senin, 05 Maret 2012

Stopping to Speed Up



Awalnya saat melihat judul tersebut saya masih belum mengerti, setelah menyimak tulisan dengan seksama barulah saya mengerti dan memang merupakan sebuah tulisan yang bagus menurut saya,,,

Beberapa point yang saya dapat dari tulisan tersebut diantaranya:
- Slowing down is a good idea - stopping for a while is an even better idea,,,
- Apalah artinya uang, jabatan dan kekayaan apabila kita tidak bisa menikmati waktu?
- Apalah artinya bekerja keras untuk mencapai sesuatu tanpa menyadari prioritas hidup sesungguhnya
- Life is a marathon, not a sprint
- No one can hear or see much when they are running so fast (memahami prioritas hidup tidak dicapai saat didera kesibukan hebat, sebaliknya justru saat banyak waktu luang. Perbedaan antara kebutuhan dengan keinginan hidup sering kali bisa dirasakan dengan jelas saat masa-masa hening, bukan saat bising),,,

"Rest no, rest well and we shall emerge stronger, faster and better,,," ^_^





(dikutip dari kolom Ultimate U with Rene Suhardono, harian Kompas 04 Maret 2012)

Kamis, 01 Maret 2012

MIDNITE Share

(a really nice share from Ustadz Yusuf Mansyur)

Ngisi waktu dengan melamun gak jelas, kesanain biasanya lebih gak jelas..alias gak datengin pahala diiumur manusia yg singkat, Padahal kalo sulit tidur, kita bisa baca Qur'an dulu, atau bisa ngafalin do'a, bisa juga baca buku tentang keimanan, biar ibadah bisa naik, perbanyak istighfar dan shalawat. Belajar tentang agama Allah, pahalanya beneran besar, makanya Allah nurunin Qur'an dengan ayat Iqro dulu pertama kali, agar kita belajar keimanan, mementingkan masalah agama sbg fondasi.

Ibadah dgn tau ilmunya membuat jiwa berisi cahaya, demikian juga enteng kita bawa kepada kehidupan, karena Qur'an dan Sunnah menyentuh semua bidang kehidupan, membuat orang memiliki  peganganm

Andai jiwa, sama fikiran gak dibiasain tersentuh ilmu keimanan, akidah, dan ibadah, tetapi malah sebaliknya keseringan diisi sama hal yang gak bermanfaat, maka gak heran jiwa jadi hampa, karena keimanannya gak terawat, hingga mudah jadi melenceng, Na'udzubillah min dzalik

Senin, 20 Februari 2012

Macet, macet dan macet ,,,,,,,,,,,,

"macet lagi, macet lagi
gara-gara si komo lewat
"

lirik tadi merupakan lirik lagu si komo lewat jalan tol yang dipopulerkan di tahun 1992 ,,, yang sedikit banyak mengisahkan jalanan yang sudah tidak dapat mengakomodir banyaknya jumlah kendaraan yang berlalu-lalang di jalan raya...



Macet,,, mungkin kata ini sudah familiar terdengung di telinga kita terutama yg berdomisi di wilayah Jabodetabek,,,

Kemacetan dapat terjadi karena beberapa alasan:
(http://id.wikipedia.org/wiki/Kemacetan)

* Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan
* Terjadi kecelakaan lalu-lintas sehingga terjadi gangguan kelancaran, karena masyarakat yang menonton kejadian kecelakaan atau karena kendaraan yang terlibat kecelakaan belum disingkirkan dari jalur lalu lintas,
* Terjadi banjir sehingga kendaraan memperlambat kendaraan
* Ada perbaikan jalan,
* Bagian jalan tertentu yang longsor
* kemacetan lalu lintas yang disebabkan kepanikan seperti kalau terjadi isyarat sirene tsunami.
* Karena adanya pemakai jalan yang tidak tahu aturan lalu lintas, spt : berjalan lambat di lajur kanan dsb.
* Adanya parkir liar dari sebuah kegiatan.
* Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.
* Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas


Dampak negatif kemacetan

Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain disebabkan:

* Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah
* Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah,
* Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi,
* Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal,
* Meningkatkan stress pengguna jalan,
* Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya


Pemecahan permasalahan kemacetan

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehentip yang biasanya meliputi langkah-langkah diantaranya sebagai berikut:
* Peningkatan kapasitas
* Keberpihakan kepada angkutan umum
* Pembatasan kendaraan pribadi


Sebetulnya, overall minimal jika masing-masing dari kita disiplin dalam berkendara setidaknya dapat sedikit mengurangi kemacetan tersebut, kita sudah ketahui bersama bahwa jalanan sudah tidak lagi dapat mengakomodir laju pertambahan kendaraan dalam setiap tahunnya.

Sekelumit permasalahan kemacetan ini mestinya dicari solusi yang paling tepat sehingga seluruh pengguna jalan dapat merasakan nyamannya berkendara, yang tentunya kewajiban dari seluruh aspek masyarakat...

Wallahu a'lam


^_^

Minggu, 19 Februari 2012

Starting to write (re-Write)


Finally, akhirnya di awal kuartal 2012 ini terbersit keinginan untuk menulis di blog lagi (gak tau deh blog hasil yang dulu pada kemana nasib nya? :D )

Mudah-mudahan dapat dihasilkan tulisan, artikel maupun hal-hal lain yang tentunya dapat berguna...

you'll never know until you try ^_^

Apakah Anak-ku harus rangking 1?

beberapa hari yang lalu saat sedang browsing tanpa sengaja melihat postingan ini, "honestly" isinya sesuai sedang yang mungkin banyak yang dirasakan banyak "adik",,, bimbinglah "adik kami" dengan baik... Please cekidot ^_^ ......



Posted on 7 Februari 2012 by annasahmad

Si ranking 23 : “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan”
Di kelasnya terdapat 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun ternyata anak kami  menerimanya dengan senang hati.

Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja. Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak kami rangking nomor 23 dan tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya begitu bersinar-sinar.

Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati kepada anak kami: “Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa?” Anak kami menjawab: “Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian yang luar biasa”. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri.

Pada pertengahan musim, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½ tahun juga menyatakan bahwa kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi, semua orang bertepuk tangan mendengarnya.

Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sangat sibuk sekali sedang membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main. Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: “Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”. Semua sanak keluarga tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK?
Apakah kami tetap akan membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?
Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.
Anak kami juga sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik lagi, tidak ikut kelas origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu tidak dilakukan lagi.
Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Namun biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan lagi dan terserang flu berat. Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang, dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat semakin kurus. Akan tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23. Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku kondisinya semakin pucat saja.

Apalagi, setiap kali akan menghadapi ujian, dia mulai tidak bisa makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku secara diam-diam melepaskan aksi tekanan, dan membantunya tumbuh normal.
Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan majalah “Humor anak-anak” dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi tenteram damai kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.

Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek.
Anak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.
Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan berebut sebuah kue beras yang di atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan cara yang sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.

Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing.
Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada wajah suamiku timbul senyum bangga.

Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.
Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar.
Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang paling kamu kagumi dan alasannya.
Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku.

Alasannya pun sangat beragam : antusias membantu orang, sangat memegang janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis adalah optimis dan humoris.
Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja.
Dia memberi pujian: “Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.

Saya bercanda pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”

Dia pun pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi Pahlawan aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Aku terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.
Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda dipilinnya bolak balik di jarum, sepertinya waktu yang berjalan di tangannya mengeluarkan kuncup bunga.

Dalam hatiku pun terasa hangat seketika.
Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana ini.
Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang baik hati dan jujur.
Jika anakku besar nanti, dia pasti menjadi seorang isteri yang berbudi luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja yang gemar membantu, tetangga yang ramah dan baik.
Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas?
Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi?
Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami?

-Anakmu bukan milikmu.
-Mereka putra putri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri,
-Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,
-Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.
-Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
-Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.
-Patut kau berikan rumah untuk raganya,
-Tapi tidak untuk jiwanya,
-Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi meski dalam mimpi.
-Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
-Namun jangan membuat mereka menyerupaimu
-Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
-Pun tidak tenggelam di masa lampau.
-Kaulah busur, dan anak-anakmulahAnak panah yang meluncur.
-Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.
-Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya,
-Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
-Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
-Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
-Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.

Khalil Gibran
Kisah ini juga di tulis di beberapa milis.

Pisang ,,, makanan sehat bernutrisi


Pisang,,,, siapa yang gak kenal buah yang satu ini ya,,, dari bayi juga sepertinya kita udah kenal...
Kebetulan sore ini dapat forward artikel tentang pisang yang menurut saya cukup bermanfaat... silakan cekidot,,,


Pisang

Pisang Emas, Musa Aromatica, sekarang-sekarang terbaur dengan pisang muli/ mahuli/ uli... memang di beberapa daerah yang mereka sebut pisang emas sebetulnya adalah pisang muli, pisang muli sendiri sebetulnya masih turunan dari jenis pisang raja.. dari bentuk saja pisang mahuli lebih ramping dan runcing, sementara pisang emas berfisik buntet, gendut, montok dengan warna kuning yang lebih tua dan ngejreng… dari rasa apalgi.. semua jenis pisang emas, manis, legit dengan tekstur lembut sementara pisang mahuli/uli agak keset.

Kelembutan dagingnya bisa dikatakan ciri utama, oleh karenanya di kambodja pisang emas ini juga di sebut pisang telur, karena tekstur kelembutannya dagingnya menyerupai tekstur putih telur rebus... Dan ternyata pengistilahan oleh 'masyrakat tradisional ndeso' ini tidak salah sama sekali, karena penelitian laboratorium mengungkap pisang mengandung zat putih telur, dan pisang emaslah yang terbanyak...

Menurut penelitian pisang mengandung antara lain :
Vitamin A, B1, C
Lemak
Mineral (Kalium, chlor, natrium, magnesium, posfor )
Karbohidrat
Dextrose
Air
Sucrose
Levulose
Zat Putih telur
Zat Tepung

Di Kambodja sejarah panjang pisang emas dapat di telusuri untuk melihat asal-usul dan keterkaitan sejarah dengan kehidupan lampau, karena sampai sekarang tradisi itu tetap dipelihara dan terpelihara 'sejarahnya' dalam banyak cerita rakyat... pisang emas menjadi salah satu identitas kambodja, walau produsen terbesarnya saat ini adalah Thailand... dan pemasok 50% pisang ke asia adalah indonesia.

Pisang Emas adalah salah satu jenis yang terlokalisir menjadi menu sajen atau upacara adat tradisional di Indonesia, sehingga semakin menjauh dari ketertarikan masyarakat... Namun, (kontradiksinya), pisang emas yang jauh dari pasar indonesia justru diproduksi dan masuk ke industri eksport... anda bisa googling resep-resep eropa atau buleid menggunakan atau memilih pisang emas sebagai pilihan high class untuk olahan makanan pisang... saya juga mengetahuinya saat kuliah dan bekerja dulu sekali di hotel dan restoran bintang internasional...

Dalam kajian ilmiahnya terdapat dua persepsi yang mengatakan pisang emas berawal dari afrika sebelum masuk ke asia, dan persepsi yang menyatakan pisang emas adalah hasil bumi asli kawasan asia tenggara.... saya post tentang kedudukan pisang emas di kambodja di paragraf awal di atas tadi adalah untuk alasan ini, bahwa pisang emas terdapat dalam catatan sejarah yang jauh lebih silam dari apa yang dikatakan ahli sejarah alam berasal dari afrika masuk ke asia pada masa kejayaan kekaisaran timur-tengah menyebar ke asia... bahkan ada juga yang berpendapat pisang tersebut terbawa bersama penyebaran islam ke asia.... ( karena pisang tercantum dalam sebuah ayat di alqur'an kali ya..?! :D )

Oleh karena itu saya akan mengangkat sejarahnya dari persepsi tanaman asli asia tenggara..
http://migroplus.com/brosur/Budidaya%20pisang.pdf

SEJARAH PISANG
Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah, juga ke semenanjung selatan Eropa (spanyol, itali).

Tumbuhan pisang menyukai daerah alam terbuka yang cukup sinar matahari , cocok tumbuh didataran rendah sampai pada ketinggian 1000 meter lebih diatas permukaan laut. Pada dasarnya tanaman pisang merupakan tumbuhan yang tidak memiliki batang sejati. Batang pohonnya terbentuk dari perkembangan dan pertumbuhan pelepah pelepah yang mengelilingi poros lunak panjang , Batang pisang yang sebenarnya terdapat pada bonggol yang tersembunyi di dalam tanah.

Nama Lokal :
Banana (Inggris) , Tsiu, Cha (Cina), Pisyanga, Kila (India); Pisang (Indonesia), Klue (Thailand), Pyaw, Nget (Burma); Gedang (Jawa), Cau (Sunda), Biu (Bali), Puti (Lampung); Wusak lambi, lutu (Gorontalo), Kulo (Ambon), Uki (Timor)

Pusat Penanaman
Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur, Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang, Hongkong, Cina, Singapura, Arab, Australia, Belanda, Amerika Serikat dan Perancis. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina.

Botani
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa spp.

Jenis
Jenis pisang antara lain :
Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak, yaitu M. paradisiaca var. Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Contohnya: Pisang Ambon, Pisang Susu, Pisang Raja, Pisang Cavendish, Pisang Barangan dan Pisang Mas.
Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak, yaitu M. paradisiaca forma typica atau disebut juga M. paradisiaca normalis. Contohnya: Pisang Nangka, Pisang Tanduk, dan Pisang Kepok.
Pisang berbiji, yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Contonya: Pisang Batu dan Pisang Klutuk.
Pisang yang diambil seratnya, contonnya Pisang Manila (Abaca).

Manfaat Tanaman
Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia.

Batang pisang Abaca diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia.
Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.