About

Rabu, 11 Desember 2013

Bincang "Catch Up High Performance (Through Values Performing)"


Sekitar tanggal 27 November 2013 lalu merupakan hari yang cukup berkesan… Kenapa berkesan? Karena pada hari itu saya berkesempatan untuk mengikuti agenda “Bincang Orang Maju” dengan tema "Catch Up High Performance (Through Values Performing)" yang diselenggarakan oleh Indosat. Cuma itu saja?? Nope, kesan lainnya adalah hadirnya Handry Satriago & Rene Suhardono sebagai pembicara (Handry Satriago adalah CEO GE Indonesia pertama yang merupakan lulusan universitas dalam negeri dan CEO termuda dalam sejarah GE Global & Rene Suhardono adalah seorang Penulis, Konsultan SDM & Carreer Coach)


Singkat kata, perjalanan pada hari itu menuju tempat tujuan mengalami “delay” karena teman berangkat datang sedikit telat karena “alasan teknis”… Tapi tanpa disangka, ya mungkin memang harus telat; karena kebetulan kedatangan kami berbarengan pembicara hari itu “Pak Handry Santiago”… Sedikit narsis sih take a picture at the lift before he go to the podium… ^_^



Beberapa point yang didapat pada “bincang” hari itu diantaranya:
5 think we need to have
a). Clear thinker >>> everybody is need to be a clean thinker
b). Inclusiveness >>> how to work together, humble,
c). External focus | understand your customer/business [coz customer change, environtment change]
d). Have the expertise | jadilah jagoan di bidang yg ditekuni
e). Imagination & Courage,, stick with the idea & keberanian mengungkapkan ide tersebut

- Obat fearness ya action..
- Courage ; jujur/berani sesuai kata hati
- Pesimistic is not an option
- Memperjuangkan ide itu tidak mudah,, you also must grow yourself
- Kita (baca: bangsa Indonesia) lahir dengan situasi alam yg memanjakan (kurang kompetisi)
- Menjawab sesuatu harus dengan analisa & data
- Have idea -- mistake -- then what? >>> seberapa cepat anda untuk kembali memperbaiki dan bangkit -- bila gagal lagi
à bangkit lagi
- Tugas paling penting pemimpin adalah mengembangkan pemimpin-pemimpin baru yang tangguh

- Leader must be accessible and leadership is about influence | ideas

Salam Pembelajaran
@fau_fauzi



Selasa, 03 Desember 2013

an hour with Alitt Susanto [Personal Branding Lewat Social Media]

Ada kegiatan cukup menarik pada hari minggu lalu (1 Desember 2013),,,  yakni kumpul-kumpul lagi bareng dengan teman-teman Duta IM3 Jabotabek yang pada saat itu mengikuti agenda Personal Branding Lewat Social Media bersama Alitt Susanto a.k.a. @shitlicious … Supaya materi yang disampai nggak “menguap” layaknya air mendidih; gw coba menuangkan dalam tulisan berikut ini [based on what I write on my gadget & my point of view]

Apa??? Belum tau siapa @shitlicious???  Nih, cekidot info singkatnya >>> Alitt Susanto adalah seorang pengarang buku berjudul Shitlicious dan penulis di blog www.shitlicious.com | pria berlubang hidung besar ini dianggap sesepuh oleh para mahasiswa abadi. Di twitter, Alitt sering membuat wejangan yang tentu saja menyesatkan followernya --- kutipan biografi @shitlicious dari www.nyunyu.com ---


Sebelum ngejelasin tentang personal branding… Alitt pun gak lupa memperkenalkan diri -- karena siapa tau ada yang masih belum kenal sama dia :D -- …  Perkenalan lalu berlanjut dengan lontaran joke/bit yang klo boleh gw bilang sih dia semacam melakukan #openmic … dan menurut penilaian gw selaku “comedy enthusiast” >>> Alitt merupakan “good comedian” karena dari berbagai pengamatan yang dia lontarkan berhasil di “twist” dengan apik sehingga ruangan “pecah” dengan tawa… Dan dia pun tentu saja berhasil mendapatkan perhatian penuh dari seluruh audiens.

Kita simak dulu yuuuk definisi dari personal branding… supaya lebih connect:
“Personal branding adalah persepsi, pendapat atau kesan seseorang terhadap kita. Untuk memperoleh personal brand yang baik pertama-tama yang dibutuhkan adalah "produk" yang baik. Produk di sini dapat berupa keahlian, attitude, penampilan, cara bicara dan tentu saja yang tidak kalah penting adalah reputasi. Setelah itu, diperlukan cara mengkomunikasikan reputasi atau produk tersebut. Dalam hal komunikasi ini terdapat banyak caranya seperti misalnya menulis artikel, menjadi pembicara, mengajar, terlibat dalam organisasi profesi, memiliki online networking atau blog dan sebagainya. Tentu saja kegiatan kiat tersebut perlu dikaitkan dengan talenta dan kesukaan kita. Seseorang yang lebih senang menulis akan lebih memilih menulis artikel dan yang senang sebagai pembicara akan memilih menjadi pembicara”. (jobstreet.co.id)

Cukup pendahuluannya; sekarang saatnya kita bahas poin-poin apa aja sih yang dijelaskan oleh bro @shitlicious

Pembahasan pertama adalah tentang >>>  mengenal fungsi social media:

*Forum
 “It's a media to share anything, with huge number of members that we can engage”
  Yupz, salah satu fungsi social media adalah sebagai forum sebagai tempat kita berbagi apapun dengan banyak   pengguna social media lainnnya…

*Blog
 It has more space and more advantages than other social medias
 Blog atau Web Blog adalah catatan online yang berada di web. Berisi tulisan, artikel atau informasi apapun dan  dapat diakses secara online baik untuk umum maupun konsumsi pribadi. Disini kamu bisa memanfaatkan  luasnya tempat (di blog) untuk menuangkan imajinasimu.

*Conclusion
 Social medias are vary. There are so many kind of social media out there. Our job is to decide which one is  good for us, depends on our personality »
 Social media memiliki banyak ragam, tugas kita selaku “penggunanya” untuk memutuskan yang mana yang  baik bagi kita… Gunakanlah socmed sesuai keperluan jangan hanya untuk sekedar ngeksis belaka… Misal:  untuk sekedar cuap-cuap bisa gunakan twitter, suka bikin film pendek » kamu bisa gunakan Vine, hobi nyanyi  meski sekedar di kamar mandi » kamu bisa gunakan soundcloud , dll

 Ditengah-tengah Alitt mengisi materi;, tanpa disangka panitia memutar sebuah clip YouTube perjalanan awal  seorang  Andrew De Leon di ajang pencarian bakat America’s Got Talent… Yang mengisahkan seorang pemuda  yang  merasa terasingkan dari dunia (alienated); berpenampilan seperti “Marilyn Manson” yang ternyata memiliki  suara  yang “GREAT” *empat jempol deh* monggo diliat sendiri  >>> www.youtube.com/watch?v=u7dPlCzUG44

Pernah denger istilah “don't judge the book by it's cover” ?? nah clip tadi kurang lebih mengajarkan kita agar jangan menilai seseorang dari tampilan luarnya saja… Bahkan dompet yang memang harganya mahal belum tentu ada isinya *curhat dikit* ^_^

 Lanjut ke materi selanjutnya…

 Personal Branding adalah salah satu faktor pendukung how to be an interesting Netizen. [buat yang belum tau  apa definisi netizen >>> Net (internet) dan Citizen (warga). Jika disatukan, artinya kurang lebih “warga internet”  atau “penduduk dunia internet” Netizen adalah siapa saja yang mengakses dan menggunakan internet]

 Gimana sih caranya supaya kita bisa jadi “interesting netizen”, simak nih sob:
 - Self branding / Unique persona
 Temukan keunikan pada dirimu, yang apabila kamu lakukan itu maka orang lain langsung tau bahwa “itu      adalah kamu”…
 Misal: jika ngomongin Mr. Bean – orang akan langsung bilang “oh Rowan Atkinson”, hantu tanpa tangan yang  lompat-lompat >>> poconggg – arif muhammad, ngomongin malam minggu miko – langsung connect ke raditya  dika,,, atau jika ada orang ngomong “penontooon keep smileeee” >>> Caesar… kayak gitu deh sudah ngerti kan  ya? ^_^

 - Consistency
 Supaya orang makin “notice / ngeh” tentang siapa kamu, buatlah sebuah materi/kesukaan untuk dibahas terus-  terusan secara konsisten, misal hobi kamu travelling, ngobrolin android, ngomongin fashion, kata-kata bijak      bahkan kegalauan :D … Yang penting kamu konsisten disitu, jangan “kemana-mana”.

 - Good behavior
 Apapun masalah yang kamu hadapi tetaplah santun di social media, jangan memposting hal yang tidak  semestinya [tidak semua masalah yang kamu hadapi orang lain wajib tau]. Juga bagi pengguna twitter untuk  menghindari “twitwar”.

 - Always share about updated stuffs
 Salah satu agar orang interest dengan kita adalah dengan berbagi hal yang baru ( semisal gadget, music,  travelling, dll) saat orang lain perlu pengetahuan baru kita bisa memberikan informasi

 - Be patient
 Segala sesuatu membutuhkan proses dan alur… Oleh karena itu kudu wajib sabar dan tekun. Masak air aja ada  prosesnya, apalagi supaya orang interest ke kita :)))

 - Do not use only 1 social-media app
 Tidaklah cukup jika bergantung hanya pada 1 socmed saja, baiknya adalah saling melengkapi antara fungsi  socmed  satu dengan lainnya  (misal twitter di-mix dgn Youtube, twitter di-mix dengan blog, atau Youtube   di- mix dengan blog).


Dalam kesempatan tersebut pun; buat orang-orang yang merasa bahwa twitter adalah “sangat hebat”, simak nih “wejangan” dari Alitt….

Twitter isn’t enough
Twitter is not Edward Cullen
It might die.. Soon.. Yeah... Soon...


Why??
- People will get bored. As usual
- "Alayers" will make twitter sucks
- People will miss rich media content again. Like we used to have on Facebook


Some weakness of twitter as sharing media
- The character are so limited
- It's easy to be lost
(hal yang kamu posting, meski itu menggunakan hestek tertentu mudah untuk hilang dari “perbincangan”)
- Nowadays, people are starting to ignore those tweets which involve campaign/product review
- Twitter now have an adds
(biasanya orang-orang akan males dengan aplikasi yang sering muncul iklan)


How to prepare if the "doom day" (when “the twitter” becomes history)
* Do not just use twitter only

* Why we should consider about blog?
   - It has more space to write everything and also to put any content. It would make the readers more understand
   - It doesn't any "trend"
   - The content are search-able in the web
   - It can be read by Anyone on internet
   - It has wider network

   - It's easy to create the campaign reports by it's statistic
   - and many more



Closing Statement by Alitt
 “Untuk menjadi account yang diminati itu bukan jadi yg terbaik, tapi jadilah yang berbeda (unik)”
 ----
 Enough about blog, is there another way?
 Yap. We can also use another media like youtube. Coz some people too lazy to read.
 ----
Okay, we've got the points on blog and. Youtube what else?
 Create offline event!
 Why?
 To get the real interaction
 To get the real engagement
 To build their trust on us


Conclusion
Semua social media akan ada akhir trend-nya, tetap usahakan orang tertarik pada kalian, bikin inovasi baru >>> “We can be famous netizens as long as people are keeping an eye to us”
--- Personal branding is not only on your account, it is about yourself ---
---

“Orang yang suka mengomentari orang lain, biasanya kehidupannya kurang menarik sehingga dia akan mencari hal yang menurut dia menarik untuk dilakukan >>> a.k.a mencampuri urusan orang lain” (Alitt Susanto)

Kamis, 10 Oktober 2013

Belajar dari lalu lintas (masalah itu dihadapi; jangan dihindari)

Pernah nggak; saat kamu sedang mengendarai motor/mobil atau naik angkutan umum, ada saat dimana kita sedang berada di sebuah jalan yang menanjak dan terlihat penumpukan kendaraan?? [ataupun pada situasi lainnya]; tiba-tiba kita melihat sebuah jalan kecil sebelum jalan menanjak tersebut.. Ternyata, banyak juga yang memilih melewati jalan kecil dengan harapan akan menempuh waktu lebih cepat...

Namun kenyataan yang terjadi adalah kendaraan yang setia mengantri pada akhirnya malah lebih "ngacir" ke tempat tujuan dibandingkan yang memilih jalan belok yang kecil, karena ternyata penumpukan kendaraan tersebut terjadi sesaat hanya saja; disebabkan misalnya karena ada angkutan umum yg menurunkan penumpang atau ada sebuah kendaraan macet.. Setelah itu whuzzzz lancar kembali..

Begitupun sama halnya saat melihat sedikit permasalahan hendaknya coba dihadapi, jangan apa-apa pengennya cepat selesai tapi malah menghindar. Sesaat memang sih terasa masalah itu bisa dihindari; tapi kalo coba dipikir lagi sebetulnya masalah itu nggak selesai lho; malahan kalo berikutnya menemukan suatu masalah lagi; yang ada malah numpuk dah tuh problem yg ada...

Memang sih; bisa juga yang memilih melewati jalan kecil sebagai alternatif melewati kemacetan boleh jadi tiba lebih duluan dibandingkan yang memilih mengantri... Tapi pelajaran yang dapat dipetik adalah; sesulit apapun masalah yang mendatangi kita; hadapilah dengan bijak, Yang Maha Kuasa akan memberikan cobaan sesuai kemampuan hambanya...

Everything is Possible... ^_^

Salam
@fau_fauzi

Senin, 07 Oktober 2013

Benarkah Kita Sudah Bersyukur?

INSPIRASI

(repost) BY   OCTOBER 8, 2013

Ada yang berkata kepada saya, “Mas Jamil ini serakah dan kurang bersyukur. Order training dari perusahaan ternama tiap hari ada tapi masih mengadakan public seminar.” Sesungguhnya, banyak yang salah memahami makna bersyukur. Karena kesalahan pemahaman ini, akhirnya orang itu tidak berkembang. Dampak selanjutnya karir atau bisnisnya stagnan.
Menerima dan senang atas kenikmatan yang kita peroleh itu baru sebagian kecil dari makna bersyukur. Apabila target tercapai, order banyak, karir melejit kemudian Anda bahagia dan memuji Sang Pencipta memang itu bersyukur. Tetapi pemahaman itu belum utuh. Berhenti pada pemahaman ini membuat Anda cepat puas bahkan dalam jangka panjang bisa membuat Anda malas.
Bersyukur juga mengandung makna intensifikasi dan ekstensifikasi potensi diri. Setiap manusia yang terlahir ke dunia pasti diberi modal terbesar oleh Allah SWT berupa potensi diri. Tugas manusia adalah menemukan dan kemudian melakukan intensifikasi serta ekstensifikasi potensi diri.
Intensifikasi itu mendayagunakan dan mengoptimalkan potensi yang ada. Potensi yang sudah Anda temukan tadi terus diasah tiada henti. Salah satu bukti bahwa Anda sudah melakukan intensifikasi potensi diri adalah Anda sudah menjadi seorang ahli di bidang yang Anda tekuni.
Dari keahlian Anda yang sudah terasah maka akan terlahir karya-karya besar yang memberi banyak manfaat. Oleh karena itulah, apabila Anda belum menghasilkan karya di atas rata-rata kebanyakan orang jangan mengaku bahwa Anda sudah bersyukur.
Sementara ekstensifikasi diri bermakna terus menemukan potensi diri yang mendukung keahlian yang ditekuni. Seorang peneliti, misalnya, tidak boleh puas dengan hasil penelitiannya saja. Dia perlu mengembangkan kemampuan memasarkan hasil penelitiannya sehinga penemuannya diketahui sekaligus memberi manfaat kepada banyak orang.
Intensifikasi dan ekstensifikasi menghasilkan manusia pembelajar dan haus akan prestasi-prestasi besar. Menerima (acceptance) dan senang atas berbagai nikmat yang Anda peroleh hanyalah kunci pembuka rasa syukur. Anda harus masuk kedalam ruangan syukur yang lebih luas dengan cara melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi potensi diri.
Cobalah renungkan sejenak, sudahkah Anda menjadi manusia yang bersyukur? Bila Anda menjawab sudah, apakah karya atau prestasi Anda yang diakui banyak orang? Bersyukur itu perlu bukti, bukan hanya pengakuan diri dan perasaan dalam hati.
Anda mau berlatih bersyukur? Sebarlah tulisan ini apabila Anda merasakan manfaat dari tulisan ini. Hehehehe… kalau ini namanya “maksa dot com”.
Salam SuksesMulia!

Minggu, 11 Agustus 2013

Arus Balik [Urbanisasi]; "ke Jakarta aku kan kembali"

"Disana rumahku, dalam kabut biru. Hatiku sedih di hari minggu. Disana kasihku berdiri menunggu. Dibatas waktu yang tlah tertentu. ke Jakarta aku kan kembali, walaupun apa yang kan terjadi"... salah satu lagu dari band Koes Plus yang lumayan akrab di telinga itu; seakan menjadi soundtrack kedatangan para pemudik yang sudah mulai kembali dari kampung halamannya menuju sebuah kota bernama "JAKARTA".

Yupz, hari ini Senin 12 Agustus 2013; ritme kota Jakarta maupun berbagai kota lainnya di Indonesia kembali menggeliat setelah beberapa hari sempat istirahat "liburan Idul Fitri". Jalanan ibukota yang sempat sepi; kini kembali ramai oleh hiruk pikuk beragam aktivitas warganya.

Jakarta dengan segala pesonanya tetap memukau banyak orang utk mendatanginya. Lihat saja prediksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bahwa jumlah pendatang baru di Jakarta setelah Lebaran meningkat 20% dari total pemudik yang meninggalkan Ibu Kota. Dengan presentasi ini, Kemenhub memperkirakan jumlah penduduk Jakarta akan bertambah 500 ribu - 1 juta orang.

"Dari 4,6 juta orang yang ke luar Jakarta, pada arus balik diperkirakan akan masuk sekitar 5,5 juta orang," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Suroyo Alimoesa, kepada Harian Tempo, hari Minggu lalu (11/8).  Nah pertanyaannya adalah mereka mau kerja dimana? Punya keahlian apa? Tinggal dimana? Silakan jawab dengan versi masing-masing :)

Urbanisasi atau perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dari desa (kota kecil, daerah) ke kota besar (pusat pemerintahan) memang bukan cuma setelah lebaran saja; namun jika melihat di berbagai media massa; “heboh” pemberitaannya adalah ketika setelah hari raya Idul Fitri. Selain ke Jakarta, arus urbanisasi menyebar ke kota-kota sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ataupun ke kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Bandung, Balikpapan, Pekanbaru; hanya saja memang arus utama urbanisasi terbesarnya menuju Jakarta.

Tidak menutup mata, sebetulnya langkah-langkah utk pencegahan membludaknya urbanisasi sudah dilakukan oleh pemerintahan provinsi Jakarta [maupun pemprov lainnya]; semisal himbauan saat mudik untuk tidak membawa saudaranya dari kampung, sampai razia - operasi kependudukan- bagi pendatang yang tidak memiliki kartu tanda penduduk sering dilakukan (operasi yustisi).

Jakarta masih menjadi “magnet besar” yang menarik ratusan ribu orang untuk datang. Faktor penarik terjadinya urbanisasi itu sendiri diantaranya adalah:

  1.  Kelengkapan infrastruktur [sarana dan prasarana] kota yang lebih lengkap
Bolehlah kita sadari bersama bahwa di kehidupan masyarakat desa “yang namanya” sarana pendidikan, sarana kesehatan, pusat hiburan atau pusat perbelanjaan pastinya sedikit: tengoklah Jakarta – berbagai gedung pencakar langit ada , Mall, sarana rekreasi tersebar dimana-mana - tinggal liat isi dompet pilih lokasi lanjut deh cuss jalan-jalan… CMIIW :)

  1. Ketersediaan  lapangan pekerjaan di kota..
Bisa dilihat “fenomena” di kota besar seperti di Jakarta; cukup menggoyangkan botol bekas diisi dengan beras lalu menyanyi seadanya bisa dapat duit,, ada lagi yg "melatih" monyet utk bisa bergoyang-goyang pinggir jalan omsetnya bisa mencapai puluhan ribu [bahkan ratusan ribu saat libur lebaran kemarin]. Sementara; di kampung halaman utk mencari uang sebanyak itu misalnya harus nunggu tanaman panen berbulan-bulan baru deh dapat duit.

Pun demikian dengan pekerjaan formal lainnya banyak tersedia di Jakarta. Sebagai contoh; pernyataan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal: “momen urbanisasi pasca-Lebaran memang bertepatan dengan masa perekrutan karyawan baru di sejumlah perusahaan. "Seminggu setelah hari kerja normal biasanya akan ada perekrutan karyawan baru," kata dia kepada Republika online, Sabtu lalu (10/8).

  1. Keinginan untuk mendapatkan kehidupan lebih layak
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Dr Wendy Hertanto MA mengatakan: “pendatang baru, katanya, tanpa keterampilan justru nekad berangkat ke kota-kota besar di Tanah Air lebih di dorong karena para pemudik ketika pulang kampung membawa berbagai aksesoris kemewahan seperti handphone, mobil, kendaraan dan perhiasan yang mereka peroleh di tempat perantauan. "Kendati barang-barang mewah tersebut dirental atau dikredit, dan ketika balik bisa saja barang-barang itu dikembalikan. Namun, hal ini bisa mendorong orang-orang di desa asal para perantau ingin meniru dan merantau dengan harapan sukses,"

Disadari atau tidak; urbanisasi merupakan problematika yang cukup serius. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Oleh karena itu; ada problematika - mesti ada pula solusinya sehingga kehidupan masyarakat dalam berjalan dengan baik.  Sebagian solusi yang bisa ditempuh untuk “mengurai” permasalahan urbanisasi antara lain:

  1. Pembangunan desa. Ini terkait masalah akses bagi masyarakat desa seperti sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya. Pembangunan fasilitas umum yang memiliki kualitas sama dengan apa yang ada di wilayah kota. Desa atau udik menurut definisi universal adalah sebuah aglomerasi permukiman di area pedesaan. Ia adalah bagian penting dari sebuah negara di Indonesia  Karena desa adalah sumber kehidupan, tempat kita menumpukan harapan terhadap pangan, siklus alam dan lainnya.Jika ini tidak terjaga dan orang desa tetap saja berlomba-lomba pada kehidupan “fatamorgana” di kehidupan kota yang terlihat menjanjikan, bisa dibayangkan bagaimana berbagai ketimpangan yang dapat terjadi di negeri tercinta.
  2. Investasi daerah. Investasi memiliki peran sebagai modal untuk pembangunan suatu daerah. Namun tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan seksama. Salah satunya adalah jangan sampai investasi ini malah disalahgunakan sebagai sarana untuk "menjual" daerah tersebut kepada investor. Investasi dengan berbasis kearifan kepada masyarakat pedesaan dan mengembangkan potensi lokal daerah diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengendalikan urbanisasi penduduk sehingga kelak menciptakan tata kota yang berkualitas.
Pemerataan pembangunan wajib dipikirkan, supaya pikiran masyarakat desa tidak melulu
memikirkan untuk pergi ke Jakarta terus [ataupun ke kota besar lainnya]. Semoga ke depannya seluruh warga negara Indonesia dapat merasakan pemerataan pembangunan; sehingga dapat mengurangi problematika di negeri tercinta. Aamiin.


Salam Pembelajaran
@fau_fauzi

Senin, 05 Agustus 2013

Mudik [antara] ajang silaturahmi atau ajang pamer

Mudik "mulih ka udik" [pulang ke kampung halaman]. Sebagaimana biasanya di Indonesia tanah air beta beberapa hari menjelang hari Raya Idul Fitri ramai dalam layar kaca selain iklan produk pakaian/makanan ramai juga stasiun TV menayangkan tentang reportase mudik - kalo nggak percaya coba nyalain TV; tiap jam biasanya menayangkan reportase mudik baik itu dari titik rawan macet, rest area - seringnya dari kawasan pantura maupun arah selatan.

Sebenarnya mudik itu sejarahnya dari mana ya? Jika kita baca di beberapa narasumber [misal republika.co.id] ada anggapan dari beberapa ahli mengaitkan tradisi mudik, karena masyarakat Indonesia merupakan keturunan Melanesia yang berasal dari Yunan, Cina. Sebuah kaum yang dikenal sebagai pengembara. Mereka menyebar ke berbagai tempat untuk mencari sumber penghidupan.

Pada bulan-bulan yang dianggap baik, mereka akan mengunjungi keluarga di daerah asal. Biasanya mereka pulang untuk melakukan ritual kepercayaan atau keagamaan. Pada masa kerajaan Majapahit, kegiatan mudik menjadi tradisi yang dilakukan oleh keluarga kerajaan. Sejak masuknya Islam, mudik dilakukan menjelang Lebaran. Untuk menguatkan akar mudik berkaitan dengan tradisi Islami, beredar pula argumen makna mudik dalam kajian ala Timur Tengah. Kata "mudik" seperti istilah arab untuk "badui" sebagai lawan kata "hadhory". Sehingga dengan sederhana bisa diambil kesimpulan bahwa mudik, adalah kembali ke kampung halaman.

Mudik dari akar kata “adhoo-a” yang berarti “yang memberikan cahaya atau menerangi”. Ini bisa dipahami dengan mudah, bahwa mereka para pemudik itu secara khusus memberikan ‘cahaya’ atau menerangi kampung-kampung halaman mereka. Mudik dari akar kata “Adhoo-‘a”, yang berarti “yang menghilangkan“

Selanjutnya, mudik berasal dari bahasa arab yang berarti : orang yang menghilangkan. Hal ini juga akan mudah kita tangkap, bahwa mereka pemudik itu adalah orang-orang perantauan yang dipenuhi beban perasaan kerinduan, dan kesedihan karena jauh dari orangtua, keluarga atau kampung halamannya. Karenanya mereka melakukan aktifitas mudik , dalam rangka ‘menghilangkan’ semua kesedihan tersebut. Mudik dari akar kata “ adzaa-qo” yang berarti “ yang merasakan atau mencicipi“. Orang yang mudik ke kampung halaman pastilah mereka yang ingin kembali ‘merasakan dan mencicipi’ suasana kampung tempat kelahiran.

Namun believe it or not; kini tradisi mudik lebaran tidak lagi sekadar ajang silaturahmi, tetapi sudah menjadi ajang pamer keberhasilan materi. Mereka yang sukses dan berlimpah materi, memperlihatkan gengsi sebagai ekspresi wah, melampaui mereka yang kalah. Para sosiolog melihat mudik sudah menjadi gaya hidup kelas menengah kota yang berasal dari daerah pedesaan. "Kelas menengah baru" ini sekaligus mengekspresikan keberhasilan mereka dalam pembangunan selama dua dekade terakhir. Apa boleh buat,'' sebagaimana kutipan dari Sosiolog Sunyoto Usman PhD dari UGM

Pendapat yang sama pun diungkap oleh pakar sosiologi komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Dr Hedi Pudjo Santosa menilai, saat ini telah terjadi pergeseran nilai terhadap trend mudik lebaran di masyarakat. Tradisi mudik lebaran tidak lagi sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ajang pamer keberhasilan kepada keluarga dan kerabat. Pada masyarakat pedesaan, pamer keberhasilan banyak ditunjukkan dengan banyaknya materi yang dimiliki, seperti mudik dengan membawa kendaraan sendiri dan menyumbang kepada keluarga atau masjid di kampung halaman, kata Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Undip ini. Sementara itu, untuk menjalin silaturahmi masyarakat perkotaan memiliki trend baru yakni mengadakan reuni dengan teman-teman sekolah atau kuliahnya. Reuni juga menjadi ajang pamer keberhasilan dengan menunjukkan jabatan atau pangkat.

Balik lagi ke pembahasan mengenai mudik; di kehidupan sehari-hari coba saja cek beberapa hari menjelang Idul Fitri di pusat perbelanjaan; biasanya banyak calon pemudik yang "merapat" ke counter handphone ataupun sentra elektronik lainnya. Bukannya buruk sangka sih -tapi kebeneran saja dulu pernah memiliki sentra handphone jadi sedikit banyak mengetahui perilaku orang-orang yang akan mudik tersebut-
menjelang Idul Fitri berbondong-bondong beli handphone baru entah itu low end; mid end bahkan high end; eh beberapa minggu setelah Idul Fitri betul saja banyak yang menjual kembali handphone yang mereka beli sebelum mudik. Hal serupa juga kalo gak salah terjadi pula di bisnis kredit mobil atau motor [ceritanya serupa tapi tak sama]

Selain trend membeli barang baru kemudian dijual lagi; trend gadai menggadai juga lumayan ramai; dengan dalih "mau pulang kampung takut barang ilang nggak ada yang jaga". Padahal alasan sebenernya kurang lebih untuk mudik membutuhkan pengeluaran yang ekstra. Namun, tidak semua orang memiliki uang yang cukup, baik untuk kebutuhan dalam perjalanan mudik maupun ketika sudah sampai di tujuan. Oleh karena itu, untuk pembiayaan alternatif mudik, banyak orang yang cenderung menjadikan pegadaian sebagai solusi jitu bagi mereka untuk mendapatkan dana instant.

Nah, dari beberapa pemaparan diatas tersirat bahwa kebiasaan mudik selama ini lumayan bergeser dari makna awalnya, yakni bersilaturahmi. Adanya perasaan gengsi atau tidak mau kalah dengan kesuksesan yang diraih saudara atau teman di kampung halaman bisa menjadi salah satu pemicu bahwa persepsi mudik selama ini selalu identik dengan ajang pamer kesuksesan. ~Meskipun tentunya masih banyak pula para pemudik lainnya yang memang mudik karena rindu dengan sanak keluarga dan lebih mementingkan silaturahmi daripada sekedar menjadi ajang pamer semata~

Akan lebih baik bagi kita bersama jika mudik yang pada awalnya memiliki tujuan mulia, yakni untuk saling bersilaturahmi kembali diarahkan ke tujuan semula. Para pemudik jangan lagi mempunyai pikiran bahwa mereka harus membawa sesuatu yang baru setiap kali mudik. Melainkan para pemudik haruslah bersikap apa adanya saja, apabila ada kelebihan finansial tidak salahnya membawakan oleh-oleh buat keluarga yang nantinya bisa membuat mereka senang. Tetapi apabila keadaan finansial kurang menguntungkan nggak usah deh memaksakan diri, pastinya keluarga di desa juga akan mengerti dan mereka sebenarnya juga hanya ingin berkumpul dan bersilaturahmi di hari raya Idul Fitri. Keluarga di kampung halaman bakal masih mengakui kita sebagai keluarga kok meskipun datang tidak "bermewah-mewah"... CMIIW ^_^

Salam Pembelajaran

@fau_fauzi

Sabtu, 03 Agustus 2013

Fokus dalam berkendara [hati-hati di jalan]

Fokus atau bahasa lainnya konsentrasi dalam berkendara itu beneran penting. Tentunya sudah banyak artikel baik di media cetak maupun media online yang membahas tentang pentingnya fokus dalam berkendara; akan tetapi seringkali kita [khususnya saya] biasanya hanya membaca artikel tersebut "sambil lalu" dan menganggap itu hanya bacaan biasa saja dan pede bahwa saat kita berkendara pastinya sih akan senantiasa fokus -padahal belum tentu-.

Lain halnya kalo ternyata kita mengalami sendiri "kecelakaan" tersebut; baru deh bakalan sadar betapa pentingnya fokus pada saat menjalankan kendaraan. [Kebetulan beberapa hari lalu baru saja saya mengalami "kecelakaan kecil" sehingga beberapa hari wajib istirahat dari aktivitas demi proses penyembuhan].

Fokus berkendara itu memang bukan hal susah sih; hanya saja seringnya dianggap sepele. Contoh aja deh mungkin sering kita lihat beritanya di surat kabar ataupun di TV >>>  banyak supir mengalami kecelakaan karena mengantuk atau melamun saat membawa kendaraannya; padahal biasanya doi bilang "ah cuma ngantuk segini mah masih bisa nyetir" atau karena #gagalfokus akibat bengong/melamun banyak pikiran - akhirnya terjadilah insiden kecelakaan yang tentunya merugikan kita sendiri atau jika lebih apes malahan bisa merugikan orang lain juga-. Jika sudah terjadi mau menyalahkan siapa? ~ coba kita tanyakan kepada rumput yang bergoyang :) ~

Terlebih lagi terutama saat kita sedang dalam keadaan berpuasa, fokus kita sering berkurang; -ini bukan pembelaan diri- tapi berdasarkan artikel di otomotif.net yang kurang lebih isinya begini nih >> Kehilangan konsentrasi sering dialami pengendara saat berpuasa. Terutama setelah lebih 7 jam melewati waktu Imsak. Kasus ini sering dialami oleh banyak pengendara.

Menurut dokter Adrian Tio, ini gejala wajar. Dokter yang banyak bertugas sebagai dokter di arena balap ini menyebut puasa memang mempengaruhi konsentrasi dan daya tahan tubuh. “Sebenarnya itu karena dipengaruhi kadar gula dalam darah yang berkurang hingga ke level terendah. Kekurangan kadar gula membuat tubuh jadi lemas. Lemas membuat gerak orang melambat. Karena metabolisma lambat, kesadaran berkurang. Sehingga mengantuk”.

Lebih lanjut, Adrian menyebut masa rawan bagi pengendara yang berpuasa adalah setelah jam 12 hingga menjelang sore. Hal itu disebabkan kadar gula di dalam tubuh pengendara yang berpuasa pada titik terendah. Karena jarak terakhir mengisi makanan sudah lebih dari 8 jam.

“Kita kan sahur sekitar pukul 4 subuh. Semua kandungan gizi di makanan akan terurai 8 jam setelah sahur. Makanya, setelah jam 12 siang itulah tubuh mulai terasa lapar, lepas dan seterusnya,” lanjut dokter dari Jl. Petojo, Jakarta Pusat.

Saran paling masuk akal dari Adrian adalah harus lebih banyak istirahat jika sudah melebihi jam 12. Jadi, kalau mengadakan perjalanan dengan motor di siang hari, harus banyak istirahat. Sambil menarik nafas dalam agar suplai oksigen ke otak terus bertambah. “Bila perlu sambil membasuh muka dengan air agar kembali dan tetap segar,” sarannya.

Jadi, sebaiknya ketika berkendara wajib fokus dan juga harus bisa menahan nafsu menghela motor. Nah, klo bukan kita yang menjaga diri kita sendiri; trus siapa lagi ya? :D

Tetap fokus dalam berkendara; hati-hati di jalan... Salam safety riding ~ safety driving :)

Salam Pembelajaran
@fau_fauzi

Rabu, 17 Juli 2013

Ramadhan Bulan Penuh Hikmah; "Sarana" Melatih Kesabaran



Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, teriring doa dan keselamatan semoga terlimpah atas nabi dan rasul termulia  “Muhammad SAW”,  mengikuti mereka dalam kebenaran sampai hari kiamat nanti.

juga atas keluarga dan para sahabat, serta kepada semua yang

Alhamdulillah di tahun 2013 ini kita masih berkesempatan untuk “bertemu” dengan bulan mulia Ramadhan; mudah-mudahan kita semua termasuk dalam golongan orang yang bertakwa.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183). 

Ada beberapa hal yang menarik pada Ramadhan kali ini adalah selain yang biasanya muncul seperti kehadiran pedagang kembang api, pedagang kolak serta penganan lainnya adalah dengan diawali moment naiknya [lagi] harga BBM jenis premium serta persiapan bagi orang tua yang memasukkan "buah hatinya" ke sekolah alias menyambut tahun pelajaran baru. Walhasil, menurut info yang didapati banyak pula orang tua yang mengernyitkan dahi.

Namun demikian, melalui bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan ini kita semua diajarkan untuk sabar, tidak hanya menahan haus dan lapar; tapi juga hawa nafsu. - sudahkah kita senantiasa bersabar? - :)

“Mereka [orang taqwa itu] mampu menahan emosi dan pemaaf kepada manusia”(QS Ali-Imran: 134). Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan sabar itu balasannya  surga.  Jiwa ini dilatih selama sebulan penuh, sehingga diharapkan selanjutnya, kita lebih mampu mengendalikan diri dalam berinteraksi, baik dengan keluarga, masyarakat maupun bernegara. Seorang beriman dilatih untuk senantiasa bersabar [diantaranya; yakni:]

Pertama,  sabar dalam ketaatan. Tentunya dalam rangka taat kepada Allah swt. Dalam menunaikan shalat, menjalankan puasa, membayarkan zakat, menunaikan ibadah haji, berbakti kepada orangtua, mencari dan memberi nafkah keluarga, berbuat baik kepada fakir miskin, kepada tetangga dsb. Ini semua butuh kesabaran, pasti tidak mudah menjalankannya. Hanya karena motivasi iman kepada Allah SWT sajalah yang membuat seseorang kuat dan tangguh untuk tetap istiqomah.

Kedua, sabar menghindari maksiat.  Ditengah kehidupan modern saat ini, tentu banyak sekali godaan-godaan untuk berbuat maksiat bagi orang-orang yang beriman. Apakah wujudnya harta yang tidak halal, godaan lawan jenis yang cantik atau ganteng, godaan kekuasaan yang kerap membuat seseorang terlena. Andai saja, seseorang tidak memiliki kekuatan kesabaran terhadap rangsangan dan godaan tersebut, maka tentu hidupnya akan mudah tergelincir dari jalan yang lurus.

Ketiga, sabar ketika mendapat musibah. Perhatikanlah, bagaimana sikap seseorang, ketika tiba-tiba mendapat musibah, bagaimana reaksi mereka. Ketika seseorang yang sangat dicintai, tiba-tiba meninggal dunia. Ketika rumah indah yang dimiliki hangus terbakar, ketika jabatan yang dirintis puluhan tahun, tiba-tiba harus dilepaskan. Berbagai bentuk penyikapan diungkapkan. Ada yang histeris, ada yang sampai gila, bunuh diri dsb. Padahal semua ini hanyalah hiasan dunia. Seorang beriman tentu hanya akan mengucapkan "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun": sesungguhnya segala sesuatu merupakan milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya. Pada bulan Ramadhan ini kesabaran itu kita asah, sehingga jiwa taqwa, yaitu mampu mengendalikan diri, terwujud dalam diri kita.

Ambil hikmah dari puasa Ramadhan sebuah pelajaran untuk bersabar atas gangguan manusia, bersabar dalam berbicara dengan mereka dan dalam mengajak mereka kepada Allah. Bersemangatlah melakukan apa-apa yang dapat memberi mereka faedah. Bukan malah tidak bersabar sehingga tidak berbicara dengan mereka dan tidak memberikan kebaikan kepada saudara-saudara sesama muslim, karena Rasulullah bersabda di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: “Seorang mu’min yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih utama daripada seorang mu’min yang tidak bergaul dengan mereka dan tidak sabar atas gangguan mereka.” (HR.Tirmizdi dan Ibnu Majah).

Wallahu a’lam

Salam Pembelajaran

@fau_fauzi

Kamis, 11 Juli 2013

Smart is Not Enough. Networking is a Must.

Alkisah tentang dua orang yang sedang mencari kerja di salah satu kota metropolitan... Yang pertama "sebutlah dia" Pinto dan yang kedua "sebutlah dia" Gendo .

Pinto dan Gendo merupakan teman kuliah di kota kelahiran mereka masing-masing. Pada saat menekuni studi di meja kuliahan Pinto merupakan mahasiswa yang cerdas; dari awal memasuki kampus sampai lulus kuliah nilai indeks prestasinya (IP) tidak pernah dibawah 3,5. Tak jarang Pinto pun sering menjadi "bahan contekan" teman-temannya saat mengerjakan makalah maupun saat pelaksanaan ujian.

Namun demikian, Pinto termasuk orang yg kurang suka bersosialisasi; dia lebih menyukai bergaul dengan orang-orang tertentu saja yang menurut dia bisa menjadi tempat "sharing" mengenai materi kuliah. Sedangkan Gendo sebetulnya adalah mahasiswa yang pintar juga "meski tidak bisa disamakan" dengan Pinto; karena untuk mendapatkan indeks prestasi 3 saja harus belajar ekstra keras, pontang panting, banting "buku", banting "makalah", "banting tulang" #eh :D . Maklumlah Gendo aktif dalam organisasi kampus (Wakil Ketua BEM, Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa, dan lain sebagainya); sehingga sebagian besar waktunya cukup tersita untuk mengurusi kegiatan organisasi.

Tibalah saatnya, mereka berdua lulus kuliah. Pada "masa awal" baru lulus dari kampus memang mahasiswa gembira tak terkira; karena sudah tidak perlu lagi disibukkan dengan segala macam tugas dari dosen maupun bayar uang kuliah :D

Namun, lulus kuliah adalah awal dari perjalanan hidup mereka; karena saat itulah mereka akan menapaki untuk mengaplikasi hasil pembelajaran selama ini. Dari yang sebelumnya hanya teori saja menjadi harus mengaplikasikannya dalam kenyataan [pekerjaan].

Setelah menerima ijazah; keduanya sibuk untuk "apply" lowongan kerja di media cetak, media online, maupun dari informasi orang-orang yg mereka kenal; pantang menyerah penuh semangat sebelum ada panggilan wawancara kerja.

Perjuangan keras memberikan hasil; akhirnya mereka sama-sama dipanggil untuk interview di salah satu perusahaan telekomunikasi terkenal untuk posisi sebagai Staff Organizational Development. Selayaknya orang yang baru dapat panggilan interview; terbersit rasa senang bukan kepalang; persiapan pun dilakukan sebaik mungkin untuk menemui sang pewawancara esok hari [surat lamaran, daftar riwayat hidup, sertifikat-sertifikat] terbungkus rapi dalam map coklat "dibalut" oleh rasa percaya diri yang memang masih tinggi.

Tibalah saatnya mereka datang ke perusahaan tersebut. Sebelum interview dimulai terlebih dahulu mereka mengisi formulir registrasi calon karyawan, mengisi sejumlah test psikotest, soal cerita dan lain sebagainya. Pinto dipanggil duluan untuk diwawancara; dengan langkah tegap serta suara yang mantap menjawab seluruh pertanyaan yang diberikan. Percaya diri dengan hasil wawancara saat itu, Pinto pun pulang dengan hati yang tenang; di dalam pikirannya dia sudah yakin satu minggu lagi akan mendapatkan konfirmasi bakal diterima di perusahaan tersebut.

Kemudian beberapa saat kemudian Gendo menyusul memasuki ruangan lainnya; tanpa disangka yg ternyata mewawancarainya adalah salah seorang senior di Himpunan Mahasiswa [ketua Himpunan Mahasiswa 2 periode diatas Gendo]. Proses wawancara yang dia pikir bakalan "kaku" dan serius pun berjalan hangat lebih ke arah sharing tentang kegiatan organisasi apa saja yang telah dilakukan selama ini dijalani oleh Gendo. Karena si pewawancara telah mengetahui kinerja baik Gendo dalam berorganisasi; proses wawancara pun berjalan tidak lama.

Seminggu pun berlalu, saat yang dinanti telah tiba; dengan sedikit lesu Pinto harus menerima bahwa dalam kesempatan ini dia masih belum diterima di perusahaan yang dia ingin berkarya [betul memang dia pintar, akan tetapi sedikit sulit bersosialisasi dengan orang lain]. Lain halnya dengan Gendo; wajah cerah penuh senyum terpampang pada wajahnya setelah mendapatkan konfirmasi bahwa dalam dua hari ke depan dia sudah dapat bekerja sebagai staff organization development.

Kecerdasan memang penting untuk dimiliki pada saat seseorang hendak untuk berkarya."Pintar harus, networking jalan terus".

Salam Pembelajaran \(^_^)/
@fau_fauzi

Selasa, 26 Maret 2013

Follow your Passion (then) do your Action


Jika berbicara tentang "passion" sepertinya udah banyak artikel di media apapun yang membahas kata yang satu ini, karena memang kata tersebut "menggemaskan" untuk diexplore dari berbagai sisi sudut pandang.

Pernahkah kita melihat ada orang yang begitu bersemangat dalam melakukan sesuatu hal (misal: begitu totalitas di dalam mengerjakan pekerjaannya?) Sepertinya tidak tersirat kata lelah bagi orang tersebut, sesulit apapun hambatan yang menghampiri; dia akan mencari jalan keluarnya dan berusaha mewujudkan impiannya? Energi dia seperti tidak ada habis-habisnya, selalu ada saja semangat maupun kreatifitas untuk menemukan cara yang terbaik untuk mewujudkannya. Secara "simple" bolehlah mungkin dikatakan bahwa itulah yang disebut "passion".

Passion dalam arti yang sederhana bisa pula berarti sebuah semangat yang besar disertai emosi yang kuat, sebuah hasrat yang membara atau burning desire; sebuah determinasi untuk memujudkan sesuatu tujuan. Atau bisa pula sesuatu yang sangat kita sukai, sesuatu yang bisa kita lakukan berjam-jam tanpa kita merasa capek, tidak mengenal kata lelah maupun menyerah. Sesuatu yg dikerjakan dengan ikhlas, tanpa paksaan dan suatu bentuk panggilan dari alam bawah sadar manusia. (dari berbagai sumber)

Bicara tentang passion, saya menjadi teringat masa-masa ketika masih sekolah; terutama pada saat penentuan jurusan di SMA (banyak yg "galau" apakah akan ke jurusan IPA atau IPS). Saat penentuan jurusan ini seringkali terjadi "intervensi" dari pihak eksternal semisal orang tua, teman, dsb yang kadang kita gak ingin ke jurusan tertentu tapi karena desakan pihak eksternal tersebut jadilah kita menentukan pilihan yang tidak sesuai dengan keinginan kita (baca : passion kita). Padahal disadari atau tidak; sebenernya hal tersebut nantinya akan berpengaruh pada "masa depan" individu tersebut (perguruan tinggi, jurusan kuliah, tempat kerja, dsb).

Pernahkah penasaran bagaimananya sih cara kita menemukan si "passion"?
Mungkin beberapa kriteria berikut dapat digunakan untuk mengetahui apakah kesukaan kita adalah sebuah "passion" apabila kita:
- selalu semangat mengerjakannya meskipun sulit
- selalu mencari jalan keluar pemecahannya
- dalam proses pencapaiannya keuntungan materi (uang) bukan menjadi tujuan utama tapi sekunder kecuali passionnya adalah mencari uang.

Kalo menurut saya nanti sih ujung-ujungnya pada profesi dimana kita akan "mengkaryakan" diri kita. Entah itu sebagai karyawan, dokter, ilmuwan, pedagang, petani, atau apapun profesinya selama itu merupakan "passion" maka kita akan enjoy menjalaninya dan dapat menghasilkan karya yang optimal. Karena memang "passion" itu tidaklah melekat pada satu bidang profesi tertentu. Mungkin ada juga yang beranggapan bahwa menjadi karyawan tidak termasuk bagian dari "passion" seseorang, tentu tidak bisa dikatakan seperti itu; mungkin saja memang "suara hatinya" dan seseorang tersebut enjoy, nyaman, bersemangat menjadi seorang "karyawan".

So, temukan passion dalam diri kita dengan memulai melihat ke dalam diri masing-masing mengenai apa sih kesukaan kita yang dapat diwujudkan menjadi "passion".  Just do the best... \(^-^)/


Salam Pembelajaran ^_^
@fau_fauzi

Selasa, 15 Januari 2013

Diam (tapi) Berbicara

Berawal saat melintasi daerah Cibinong Bogor saya melihat media iklan salah satu perusahaan tertentu bertuliskan kata tersebut di atas. Memang sih cuma tiga kata saja, tapi coba kalo dipikir-pikir lagi lumayan "nyentil" juga hehehe... Diam tapi melakukan karya nyata ketimbang hanya berkoar layaknya "tong kosong yang nyaring bunyinya".  Ternyata seringpula ditemui istilah-istilah yang bermakna sama yakni bahwa kita harus lebih mengedepankan “action” ketimbang hanya berkata-kata ngalor ngidul gak jelas juntrungannya.

Action speak louder than word ; tindakan mungkin tidak "benar-benar berbicara" lebih keras daripada kata-kata tetapi dengan bertindak nyata akan membuktikan hal-hal yang lebih baik.
Aksi nyata tentunya akan lebih memiliki dampak langsung dibandingkan hanya berkata-kata saja tanpa berbuat apa-apa alias NATO (No Action Talk Only) hmmffft... :D

Jangan pula jadi orang yang Dream Big Act Small -- "klo kata seorang temen sih jangan ngemeng doangan cuy,,, kata-kata doang nggak bisa beli susu anak :D " --- berlaku terutama untuk kawan-kawan yang menjadi kepala rumah tangga. Menafkahi keluarga nggak bisa cuma dengan tinggi angan-angan akan dapat rezeki tiba-tiba turun dari langit, lazimnya mesti melakukan sebuah pekerjaan terlebih dahulu kemudian mendapatkan kompensasi yang dapat digunakan untuk menafkahi keluarga.


Tentunya aksi yang dilakukan juga bukan hanya sebuah aksi asal-asalan, tetapi memang aksi nyata yang dilakukan dengan segenap hati dan memiliki pengetahuan dalam melakukannya.

Mengutip tulisan Rene Suhardono dalam kolom Ultimate U pernah menulis The heart knows long before the head does. "Hati atau perasaan selalu punya ketajaman dan kepekaan jauh melebihi pikiran". Prinsip yang sama juga berlaku dalam banyak aspek kehidupan kita. Misal : kita sering mengunjungi pemotong rambut atau montir langganan adalah bukan semata-mata adanya diskon gila-gilaan atau kepiawaian mereka. Dari dalam relung hati yang paling dalam anda MERASAKAN pengalaman asyik saat setiap kali kesana. Yup, perasaan nyaman yang muncul dari aksi nyata orang-orang yang dedicated melakukan pekerjaannya dengan baik seringkali "menular" kepada orang lain --- tentunya akan memunculkan rasa nyaman ---

Yuk, jangan cuma menjadi pribadi yang seperti "tong kosong nyaring bunyinya"... Do your action right now!!!

Salam bertindak nyata

Salam belajar
@fau_fauzi

Minggu, 06 Januari 2013

Make it Simple (then) Make it Happen

"Sederhanakan prosesnya dan buatlah impian menjadi kenyataan". Kalimat tersebut tadi yang biasa terngiang di pikiran saya pada saat sebelum dan saat sedang mengerjakan sesuatu hal.

Untuk dapat mengerjakan sesuatu hal, terlebih dahulu dengan melakukan tahapan-tahapan kecil (simple step) untuk kemudian secara bertahap maju ke sesuatu yang lebih besar. Bukankah untuk mencapai anak tangga ke 1000 harus dimulai dengan melangkah kecil menjejakkan kaki terlebih dahulu ke anak tangga pertama?. Nggak bisa tiba-tiba ~ tadaaaa sekali langkah langsung hap nemplok di anak tangga ke 1000, karena ada proses dan langkah yang harus ditempuh.

Setidaknya ada 3 langkah sederhana yang pernah saya baca untuk mewujudkan hal yang kita inginkan berdasarkan kutipan artikel dari http://www.selfgrowth.com

Langkah yang pertama: Mimpikan semua hal yang Anda inginkan

Dengan kata lain, visualisasikan keinginan Anda. Lakukan ini sesering yang Anda bisa lakukan, sehingga impian Anda akan menjadi lebih akrab bagi Anda. Semakin Anda sering mem-visualisasikannya, maka akan semakin terasa menjadi kenyataan. Dari impian tersebut buatlah strategi yang merupakan penggambaran kita mencapai impian itu dengan menggunakan panca indra yang kita miliki.

Jika impian kita adalah untuk menjadi seorang pop superstar terkenal, maka jangan hanya dengan membayangkan diri Anda bernyanyi di depan khalayak ramai. Lihatlah pula dengan seksama penonton Anda, dengarkan kekuatan dari suara Anda dan rasakan gelombang emosi seakan-akan pada saat itu Anda menjadi seorang pop superstar. Rasakan pengalaman memiliki kebanggaannya, kepuasan dan rasa syukur saat Anda menjadi seorang superstar.

"The more emotions you invest in your daydream, the faster you'll be able to attract your desires.
"


Langkah kedua: Meyakini bahwa impian kita akan terwujud

Untuk mewujudkan impian kita; mem-visualisasikannya saja tidaklah cukup. Anda harus membiarkan impian Anda untuk benar-benar terwujud menjadi sebuah kenyataan. Suatu hal yang sangat penting tentang bagaimana Anda memanifestasikan impian tersebut dengan segenap hati.

Janganlah menahan diri. Janganlah pula Anda mem-visualisasikannya namun malah kemudian mengatakan kepada diri sendiri kemudian bahwa itu hanya angan-angan, hal itu merupakan kesalahan yang hanya akan membatalkan semua kemajuan yang telah Anda buat sebelumnya. Yakinlah dengan sungguh-sungguh bahwa keinginan Anda akan menjadi kenyataan.


Langkah ketiga: Singkirkan ketakutan Anda

Rasa takut adalah hal yang negatif. Jika Anda ingin tahu bagaimana caranya untuk mewujudkan impian, Anda harus belajar untuk menghilangkan rasa takut dan sejumlah emosi negatif dalam pikiran Anda. Jangan biarkan diri larut Anda dalam kekhawatiran.Fokuslah pada keinginan Anda dan semua perasaan indah yang datang bersamaan dengannya.

Memang, bukan sesuatu yang mudah untuk mengusir ketakutan pada diri sendiri, tetapi jika benar-benar ingin mewujudkan keinginan menjadi kenyataan. Anda perlu memiliki keyakinan pada diri sendiri. Belajar bagaimana untuk mewujudkan impian Anda jauh lebih mudah setelah benar-benar menetapkan dengan pasti apa yang Anda inginkan untuk terwujud.

Meskipun Anda tidak bisa mengontrol apa yang orang lain pikirkan, tetapi Anda bisa mengontrol apa yang Anda pikirkan. Dan pada akhirnya, apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda rasakan itulah yang terpenting. Jika Anda tahu impian Anda dan Anda tahu emosi yang datang dengan itu, maka Anda harus tahu bahwa itu akan menjadi kenyataan.

"If you know your dream and you know the emotions that come with it, then you must know that it will come true."


So, mulailah menggapai impian dengan keyakinan bahwa kita dapat mewujudkannya. Segera langkahkan kaki kita untuk menyongsong cita-cita tersebut. Sederhanakan cara menggapainya, jangan menunda action dan yakinlah mimpi kita dapat terwujud dengan segera.

Salam belajar
@fau_fauzi