About

Sabtu, 03 Agustus 2013

Fokus dalam berkendara [hati-hati di jalan]

Fokus atau bahasa lainnya konsentrasi dalam berkendara itu beneran penting. Tentunya sudah banyak artikel baik di media cetak maupun media online yang membahas tentang pentingnya fokus dalam berkendara; akan tetapi seringkali kita [khususnya saya] biasanya hanya membaca artikel tersebut "sambil lalu" dan menganggap itu hanya bacaan biasa saja dan pede bahwa saat kita berkendara pastinya sih akan senantiasa fokus -padahal belum tentu-.

Lain halnya kalo ternyata kita mengalami sendiri "kecelakaan" tersebut; baru deh bakalan sadar betapa pentingnya fokus pada saat menjalankan kendaraan. [Kebetulan beberapa hari lalu baru saja saya mengalami "kecelakaan kecil" sehingga beberapa hari wajib istirahat dari aktivitas demi proses penyembuhan].

Fokus berkendara itu memang bukan hal susah sih; hanya saja seringnya dianggap sepele. Contoh aja deh mungkin sering kita lihat beritanya di surat kabar ataupun di TV >>>  banyak supir mengalami kecelakaan karena mengantuk atau melamun saat membawa kendaraannya; padahal biasanya doi bilang "ah cuma ngantuk segini mah masih bisa nyetir" atau karena #gagalfokus akibat bengong/melamun banyak pikiran - akhirnya terjadilah insiden kecelakaan yang tentunya merugikan kita sendiri atau jika lebih apes malahan bisa merugikan orang lain juga-. Jika sudah terjadi mau menyalahkan siapa? ~ coba kita tanyakan kepada rumput yang bergoyang :) ~

Terlebih lagi terutama saat kita sedang dalam keadaan berpuasa, fokus kita sering berkurang; -ini bukan pembelaan diri- tapi berdasarkan artikel di otomotif.net yang kurang lebih isinya begini nih >> Kehilangan konsentrasi sering dialami pengendara saat berpuasa. Terutama setelah lebih 7 jam melewati waktu Imsak. Kasus ini sering dialami oleh banyak pengendara.

Menurut dokter Adrian Tio, ini gejala wajar. Dokter yang banyak bertugas sebagai dokter di arena balap ini menyebut puasa memang mempengaruhi konsentrasi dan daya tahan tubuh. “Sebenarnya itu karena dipengaruhi kadar gula dalam darah yang berkurang hingga ke level terendah. Kekurangan kadar gula membuat tubuh jadi lemas. Lemas membuat gerak orang melambat. Karena metabolisma lambat, kesadaran berkurang. Sehingga mengantuk”.

Lebih lanjut, Adrian menyebut masa rawan bagi pengendara yang berpuasa adalah setelah jam 12 hingga menjelang sore. Hal itu disebabkan kadar gula di dalam tubuh pengendara yang berpuasa pada titik terendah. Karena jarak terakhir mengisi makanan sudah lebih dari 8 jam.

“Kita kan sahur sekitar pukul 4 subuh. Semua kandungan gizi di makanan akan terurai 8 jam setelah sahur. Makanya, setelah jam 12 siang itulah tubuh mulai terasa lapar, lepas dan seterusnya,” lanjut dokter dari Jl. Petojo, Jakarta Pusat.

Saran paling masuk akal dari Adrian adalah harus lebih banyak istirahat jika sudah melebihi jam 12. Jadi, kalau mengadakan perjalanan dengan motor di siang hari, harus banyak istirahat. Sambil menarik nafas dalam agar suplai oksigen ke otak terus bertambah. “Bila perlu sambil membasuh muka dengan air agar kembali dan tetap segar,” sarannya.

Jadi, sebaiknya ketika berkendara wajib fokus dan juga harus bisa menahan nafsu menghela motor. Nah, klo bukan kita yang menjaga diri kita sendiri; trus siapa lagi ya? :D

Tetap fokus dalam berkendara; hati-hati di jalan... Salam safety riding ~ safety driving :)

Salam Pembelajaran
@fau_fauzi

0 komentar:

Posting Komentar