Setelah ngepost tentang tema yang sama di akhir Agustus lalu,, akhirnya kepikiran untuk melanjutkan postingannya ,,, --- kebetulan semalam dapat kabar menggembirakan dari "adik" ane yang sepertinya sudah mendapatkan tambatan hati (baca: jodoh) ,,, mudah-mudahan diberikan kelancaran sampai hari H nantinya... Aamiiin..."
Tadinya karena exciting pengen malem juga diposting coz biasanya klo langsung dituangkan bakalan lebih utuh bahasanya, cuma karena telah teralihkan ke acara TV dipending lah sampai sekarang... hehehe
So,, berikut lanjutannya (supported by share from @KangZainS3) please cekidot :-)
Salah satu pengertian dari hakikat jodoh itu diantaranya mengenai keseimbangan, dan bukan
sekedar mengenai kecocokan dalam selera saja. Dan keseimbangan itu
meliputi "persamaan" dan "perbedaan".
Contoh sederhananya adalah sandal kiri yang dapat dikatakan berjodoh dengan sandal kanan. (nah sandal jepit aja udah nemuin jodohnya, trus klo yang lagi baca ..... udah apa belum ya? ^_^ )
Persamaannya : sama-sama sendal dengan bahan dasar yang sama dan merk yang sama.
Perbedaannya : bentuknya berbeda, peruntukkannya pun berbeda. Sendal kiri untuk kaki kiri dan sendal kanan untuk kaki kanan.
Nah,,, ketika sendal kanan melangkah ke depan maka sendal kiri akan menjaga
keseimbangan; yakni tetap berada di belakang. Begitupun sebaliknya.
Tidak indah kan jadinya jika sendal kiri dan kanan berjalan bersamaan. -- kayak
pocong dong nanti jadinya hehehe --. Tugas memang berbeda, tapi tujuannya tetap sama.
Akan sangat tidak elok jadinya apabila jika kemudian sandal kiri mulai ogah berada di bawah kaki
kiri, yakni tatkala ia mulai "cemburu" dengan sandal kanan yang selalu
didahulukan dalam bergerak. Akhirnya sandal kiri pun mulai kehilangan
jati dirinya, sebab ia lebih memilih memperturutkan hawa nafsunya. -- hehehe apa jadinya ya jika sendal juga punya ego yang ingin dituruti keinginannya? ^_^ ---
Berikutnya dalam sebuah contoh yang lainnya,
Misalnya sebuah case bagi seorang istri yang menganggap bahwa suaminya terlalu lemah sebagai pemimpin keluarga,
alias suami Anda kurang memiliki ketegasan dalam banyak hal sehingga
sering ditipu oleh kliennya...
Maka bantulah suami Anda bersikap tegas dengan cara yang santun.
Misalkan melalui nasehat yang Anda berikan kepada anak Anda di
hadapannya "anakku yg shalih, ibu yakin kamu bisa sukses, yg penting
kamu tegas dan tetap bertawakal kepada Allah, dahulukan kebenaran
daripada logikamu. Hilangkan ketakutanmu, Allah bersama orang-orang yang
benar"
Gak masalah anak Anda yg kecil itu kurang paham nasehat Anda, yang penting suami Anda paham toh... hehehe
Ataupun,,, jika mungkin saat ini suami Anda belum pandai mencari nafkah maka semampu Anda berikan ia contoh "cara cari duit". Tunjukkan semangat Anda.
Namun demikian, tetaplah Anda tidak boleh meninggalkan peran utama Anda
sebagai seorang istri dan ibu. Ini memang tak mudah, teruslah memohon
petunjuk-Nya.
Begitu pun sebaliknya bagi seorang suami, lalu menemukan bahwa
istri Anda kurang kasih sayang dalam mendidik anak-anak Anda di rumah,
dan ternyata istri Anda lebih mementingkan karirnya di kantor atau
positioningnya di komplek; sampai mengabaikan karirnya sebagai seorang
istri dan ibu yang penuh kasih sayang, maka silakan nasehati istri Anda
dengan cara yang penuh kasih sayang.
"Nasehat bukanlah untuk memposisikan siapa yang benar atau siapa yang salah, tapi untuk dzikrullah". Sungguh aneh jika seorang suami menasehati istrinya tentang kasih sayang
tapi dilakukannya dengan marah-marah, seperti "istriku, kamu kan
makhluk perasaan tapi kok cuek banget sama anak-anak kita, lihat tuh
anak-anak kita kering kasih sayang, mana setiap saya pulang kantor rumah
selalu saja berantakan, gosiiip sama tetangga mulu sih yang
diutamakan... Huh"... Astaghfirullaah... ^_^Tentu akan lebih baik jika disampaikan secara santun sehingga komunikasi dapat terjalin, dan keluarga pun senantiasa tentram dalam "balutan" kasih sayang...
Mengutip Firman Allah SWT:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum:21)
Sementara kayaknya segini dulu ya mudah-mudahan ada manfaatnya,,, di kesempatan berikutnya akan dibahas kembali perihal tentang jodoh tersebut... ^_^
Last but not least,,, Congrats ya "adik bangor" -- semoga diberikan "bahu yang kuat", dilancarkan, dimudahkan dan diberikan keberkahan tentunya dalam menyambut hari yang dinantikan---
Yippiiiiiieee \(^_^)/
Salam
@fau_fauzi
Kamis, 13 September 2012
Hakikat Jodoh (lanjutan)
23.29
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar